ML Tak Berdosa - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Wisatalendir
21393
post-template-default,single,single-post,postid-21393,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,no_animation_on_touch,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.1.1,vc_responsive
Cerita Dewasa

ML Tak Berdosa

Nasib yg tak beruntung dialami oleh Karmila pelajar cantik yang tubuhnya seksi tersebut, dimana nasibnya diperkosa secara bergilir oleh teman kampusnya, Karmila yg masih muda mempunyai badan yg memang menggoda kaum laki – laki, apalagi dgn buah dada yg besar dan bulat, rambut pendeknya dan mudah bergaul dgn siapa saja.

Di kampus dan pergaulannya dia sering mengenakan kerudung, walau begitu apabila sedang diirumah dia tak berkerudung dan berpakain casual seperti wanita kebanyakan.

Kejadiannya berawal pada hari sabtu siang sewaktu Karmila baru saja pulang dari kampus dan hendak beristirahat. Mendadak hp kepunyaannya berdering. Dilayar tercantum nama Badrun. dia adalah teman kampus Karmila.

“halo Drun, ada apa?”. sapa Karmila.

Baca Juga: Majikan Telanjang Didepanku

“halo juga, ga aku cuma mau ngajak kamu belajar bareng dirumahku!” Jawab Badrun.

“sama sapa aja?” Tanya Karmila lagi.

“sama aku, Herman, Martheo, Bagas terus Evi, Ika sama Tika juga turut serta”.jelas Badrun.

Kerana merasa ada wanita lain yg turut serta akhirnya Karmila pun mengiyakan ajakan Badrun.

Sekitar pukul 3 sore dia menuju rumah Badrun yg berjarak tak jauh dari kost-kostan Karmila .dia mengenakan kerudung hitam serta kaus lengan panjang berwarna merah muda serta celana jeans yg makin membuat lekuk badannya terlihat walau dia berkerudung.

Berapa waktu kemudiian Karmila tiba diirumah Badrun di sana sudah ada Bagas, Martheo dan Herman tetapi dia belum melihat ada wanita yg datang.

“eh kalian dah nyampe, mana Vivi sama yg lain?” Tanya Karmila.

Mereka tak menjawab pertanyaan Karmila. Bagas langsung bangkit dan mengunci pintu sedangkan Martheo, Herman dan Badrun menghampiri Karmila yg berdiri kebingungan.

“eh,apa-apaan ini? apa yg akan kalian lakukan?”. Karmila mulai panik dgn keadaan ini.

“tenang honey, kita akan bersenang senang sampai pagi!” Badrun menimpali Karmila dgn senyum yg aneh.

Sementara Martheo dan Herman mulai menghampiri Karmila dan memegang kedua tangan Karmila. Bagas langsung maju dan memeluk Karmila dan memaksa memagut bibir seksi Karmila. Martheo dan Herman mulai bergerilya dibuah dada seksi Karmila yg menawan.

Badrun tak mau kalah dia memeluk Karmila dari belakang tangannya bergerilya ke daerah selangkangan Karmila, mengelus kemaluan Karmila dari luar. Badrun mulai mencari retsleting celana jeans Karmila untuk membukanya.

Karmila tak bisa berbuat apa-apa karena kedua tangannya dipegang erat oleh Martheo dan Herman. Sementara Bagas yang memagut bibirnya membuat dia susah bernafas.

Akhirnya Badrun berhasil membuka celana jeans kepunyaan Karmila dan menurunkannya sampai batas mata kaki. Badrun kembali berdiri dan kembali meraba kemaluan Karmila. Kali ini dia langsung menyentuh kemaluan Karmila melalui celah cd warna krem kepunyaan Karmila .

“wah, kemaluan kamu anget banget, jembutnya juga halus!”. komentar Badrun.

Martheo dan Herman tak mau kalah mereka mulai melucuti kaos yg dikenakan Karmila, Bagas pun berhenti memagut Karmila untuk memudahkan Martheo dan Herman membuka kaos Karmila. Sekarang Karmila berdiri dgn kerudung dan breast houlder serta celana dalam saja, dikelilingi oleh 4 laki – laki yg menatapnya dgn buas seolah-olah siap menghabisi mangsanya.

“bener-bener mulus nih wanita, buah dadanya juga montok”. komentar Herman.

Karmila yg merasa risih langsung menyilangkan kedua tangannya untuk menutup buah dada dan kemaluannya.

“wah, jangan malu-malu giitu dong, kamu khan cantiik”. tiimpal Martheo.

Kemudian Bagas mendekat dan memeluk badan Karmila tangannya bergerilya dipunggung Karmila untuk mencari pengait breast houlder Karmila. kemudian tanpa ragu-ragu Bagas membuka breast houlder hitam kepunyaan Karmila. Semua laki – laki menatap kagum pada buah dada Karmila yg ranum dgn pentil merah muda yg terlihat begitu segar dan menggoda.

Tanpa komando mereka mengerubuti badan bugil Karmila. Badrun dan Bagas berbagi buah dada Karmila sementara Martheo melepas cd Karmila dan mulai memainkannya dia menjilat dan membuka kemaluan Karmila dgn kedua jemarinya tak lupa dia juga menggosok klitoris seksi kepunyaan Karmila.

Sementara Martheo memeluk Karmila dari belakang dan mencium bibir Karmila dgn semangat. Beberapa kali mereka berpindah peran hingga semua mencicipi bibir, buah dada, kemaluan dan bokong sekal Karmila. Entah sudah berapa kali Karmila klimaks, badannya terasa lemas.

Mungkin apabila tak ditopang oleh Bagas, Karmila sudah jatuh lemas. Seluruh badannya basah oleh keringat yg semakin memancarkan aroma khas yg menggoda laki – laki disekitarnya. Mereka sudah merasakan cairan kemaluan Karmila yg manis dan gurih, sudah hampir 30 menit mereka menggerayangi Karmila diruang tamu dalam posisi berdiri. hingga akhirnya Badrun mengambil gelang besi yg terikat tambang.

Kemudian dia memasangkan gelang itu dikaki kanan Karmila, kemudian Badrun menarik tambang dan memaksa Karmila yg lemah untuk melangkah. Badrun membawa Karmila ke kamarnya. Disana ada tempat tidur yg cukup luas.

Kemudian Badrun memasang gelang lagi dikedua tangan Karmila kemudian mengaitkan dgn tambang untuk menggantungkan Karmila. Kembali Karmila akan diperkosa dalam keadaan berdiri. Sekarang kondisinya lebih parah karena tangannya terikat keatas yg semakin mengekspos keindahan badannya. Ketiaknya juga menjadi daya tarik tersendiri.

– Sekitar pukul 02.00 dini hari, Bagas terbangun dari tidurnya dia merasakan ada benda kenyal dan empuk ditangannya. Ternyata itu adalah buah dada Karmila yg masih terlelap. Bagas memandang wajah Karmila yg terlelap dgn kerudung dikepalanya.

Betapa manis dan cantiknya wajah itu. Kemudian dia mulai meremas buah dada kepunyaan Karmila, tentu saja hal itu membuat Karmila terkejut dan bangun dari tidurnya. Tak hanya itu, semua yg ada disitupun turut serta terbangun bahkan Herman yg dari semalam jemarinya berada dikemaluan Karmila langsung menyodoknya.

Jeritan dan tangisan Karmila pun kembali pecah.

“toloongg…jangaaan..saya udah cape…” rintih Karmila.

Tetapi tanpa ampun mereka terus menggerayangi badannya. bahkan mereka sudah bersiap untuk memperkosa Karmila. Kali ini mereka akan main secara keroyokan. Dini hari memang waktu yg sangat menggairahkan. Mereka mengangkat badan Karmila, sementara Martheo sudah terlentang menunggu kemaluan Karmila.

“ayo cepat masukiin, kemaluan gue pengen ngebor kemaluannya lagi.” Periintah Martheo.

Kemudian mereka memapah Karmila kemudian mengarahkan kemaluan Karmila ke kemaluan Martheo. Kemudian dari arah belakang Herman mulai mengarahkan kemaluannya ke bokong Karmila, sementara Badrun memaksa membuka mulut Karmila dan memasukan kemaluannya kesana.

Bagas mengarahkan tangan Karmila dan mengarahkan untuk mengocok kemaluannya. Mereka terus menggarap badan Karmila dan mengejar klimaks masing-masing. Sepertinya mereka tak memperdulikan kondisi Karmila yg lemas.

Kondisi pagi hari yg sepi menambah sensasi erotis dikamar itu. Selang berapa lama, Herman mulai mencapai klimaks dibuah dada Martheo, Bagas kemudiian Badrun. Mereka saling bertukar posisi hingga akhirnya mereka lemas dan mengakhiri permainannya.

Sekarang badan Karmila kembali berlumur sperma dan keringat. Tetapi itu semua belum berakhir karena hari masih panjang dan esok adalah hari minggu. Jadi mereka masiih punya banyak kesempatan untuk meniduri Karmila.

Pagi akhirnya datang, mereka terbangun sekitar pukul 08.00. Rasa pegal dan lemas tentu melanda mereka semua, terlebih Karmila yg menjadi pelampiasan keempat laki – laki tersebut. Mereka menggendong Karmila dan membawanya kekamar mandi Badrun, kerana ukurannya yg mewah dan cukup luas, memungkinkan mereka masuk semua kesana.

Martheo mulai memutar kran shawer, air hendak mengalir mengenai badan Karmila membuat dia tersentak, mereka mengkerubuti Karmila dan berebut untuk menyabuninya.

Kerudung yg dari kemarin melekatpun mulai dicopot, sekarang nampak jelas rambut pendek sebahu Karmila yg sudah basah, kemudian Herman mengambil shampo dan mulai mengkeramasi rambut Karmila .Tetapi tak hanya rambut yg dikepala, rambut kemaluan Karmila juga turut serta dikeramasi bahkan disela aktivitasnya,

Herman masih sempat meremas buah dada Karmila dan memagut bibir Karmila, posisinya yg berada dibelakang badan Karmila membuat kemaluannya menempel dibokong Karmila yg sekal. Tak dapat dihindari lagi. Kemaluan Herman pun mulai mencari lubang dubur kepunyaan Karmila untuk disodomi.

Dalam posisi berdiri Karmila kembali mengalami pelecehan seksual,bahkan sekarang Bagas mulai maju dan mengangkat kaki kanan Karmila untuk kemudian memasukan kemaluannya kelubang kemaluan Karmila.

Sekarang Karmila diapiit oleh dua orang laki – laki dibawah siraman air yg hendak sesudah Herman dan Bagas selesai, sekarang giliran Martheo dan dino.

Badan Karmila lemas sesudah beberapa kali klimaks, andai Martheo tak menopang badannya mungkin dia sudah ambruk tak berdaya. Martheo mendapat dubur Karmila sementara dino mendapat kemaluan. Sesudah masing masing mencapai klimaks, mereka mendudukan Karmila dipinggir bath-up. Bagas mengambil cukuran jenggot kepunyaan dino hendak mencukur bulu kemaluan Karmila.

“ayo manis, dicukur dulu jembutnya biar tambah imut..hehehe..!” Kata Bagas.

Herman dan Martheo pun membuka kaki Karmila lebar-lebar. Sementara dino mengoleskan krim disekitar kemaluan Karmila. Sekarang Bagas sudah siap untuk mencukur bulu kemaluan Karmila. Karmila yg nampak tak setuju mencoba menutup kakinya.

Tetapi pegangan Herman dan Martheo dikakinya begitu kuat hingga membuat usahanya sia-sia. Selang satu menit, Bagas sudah selesai mencukur bulu kemaluan Karmila. Kemudian mereka memapah Karmila dan menepatkannya didepan cermin yg besar hingga membuat pantulan badannya terlihat jelas.

“gimana cantik, bagus ga hasil karyaku?” Tanya Bagas sambil mencubit kemaluan Karmila yg sekarang plontos.

Lagi-lagi Karmila hanya menangis dan meratapi nasibnya.

Sekitar pukul 09.00 akhirnya mereka selesai mandi, tetapi tak ada satu pun yg berpakaian. Semuanya masih bugil termasuk Karmila yg sekarang juga sudah tidak mengenakan kerudung lagi, bahkan badan bugil itu dibiarkan basah oleh mereka.

Kerana menurut mereka, badan Karmila menjadi semakin sexy. Dengan badan basah dan bugil, mereka membawa Karmila ke dapur mereka hendak Karmila memasak sesuatu untuk mereka. Akhirnya Karmila memasak nasi goreng untuk mereka, disela-sela aktivitasnya memasak, mereka juga bergantian jongkok dibawah Karmila untuk menjilati kemaluannya dan memainkan klitorisnya dgn jemari mereka. Tak jarang, sewaktu mencapai klimaks Karmila merasa lemas dan hampir terjatuh. Herman dan teman-temannya juga bergantian mengemut buah dada Karmila .

Sesudah makanan siap, mereka memapah Karmila dan membaringkannya dimeja makan. Disekeliling Karmila ditaruh berbagai lauk pauk, bahkan Herman menaruh ice cream di kemaluan, buah dada dan perut Karmila.

Sesudah itu, dia juga menuangkan buah dada kental manis disekujur badan Karmila dari kepala sampai kaki.

Tentu saja ini terasa amat menyiksa bagi Karmila, kerana dia harus menahan dinginnya ice cream di daerah sensitifnya.

Tetapi tak demikian dgn ke empat laki – laki yg ada bersama Karmila, disela-sela mereka menikmati makanan, mereka juga menikmati ice cream serta buah dada kental manis yg berada dibadan Karmila .

“wah, ini ice cream terenak yg pernah gue rasain. Ice cream rasa kemaluan!” Komentar Martheo.

“apalagi ini, buah dada rasa buah dada hahahaha!” Sambung Bagas yg sedang menjilati buah dada kental manis yg berada di buah dada Karmila.

Selesai makan, mereka mempersilahkan Karmila untuk makan, tetapi kali ini menunya khusus. Mereka mencampur nasi yg akan dimakan oleh Karmila dgn sperma mereka berempat.

“ayo, sarapan nasi campur peju pasti sehat!” Celoteh Badrun.

Karmila juga tak boleh turun dari meja,dia harus makan dalam posisi merangkak seperti anjing.

Tentu saja Karmila merasa terhina dan sedih mendapatkan perlakuan tersebut.

“tolong hentikan, kapan kalian akan melepaskanku?” Tanya Karmila lirih.

Tetapi tak ada satupun yg menjawab. Badrun dan Herman yg duduk disebelah kanan Karmila langsung meremas buah dada Karmila yg menggantung dgn indah sementara Bagas dan Martheo dibuah dada satunya lagi.

Sesudah itu, Martheo bangkit dan mengambil sesuatu dilemarii es. Ternyata dia mengambil dua batang mentimun, langsung tia mengangkat satu kaki Karmila dari samping dan memasukan batang mentimun itu kekemaluan Karmila. Tentu saja hal itu membuat Karmila kaget dan memekik.

“aaaaawww…..aaahhhh…..apa yg kalian lakukan?” Pekiik Karmila .

Kembali kemaluan Karmila merasa amat di hendak, dia juga merasakan sakit karena kemaluannya yg masih kering dan tekstur timun yg tidak halus. Herman mulai tertarik akan hal tersebut lalu mengambil sebuah wortel dan langsung memasukannya keliang dubur kepunyaan Karmila.

Sementara Karmila yg belum menyelesaikan makannya dipaksa mengulum batang kemaluan kepunyaan Bagas. Sementara Badrun menikmati kedua buah dada Karmila yg menggantung bebas. Sesudah beberapa menit, cairan kemaluan Karmila mulai mengalir, kemudian Martheo mencabut timun yg berada didalam kemaluan Karmila dan memaksa Karmila untuk memakannya.

“ayo maniis, rasakan mentimun rasa kemaluan dan peju!” Periintah Martheo dgn sedikit memaksa.

Tak hanya itu, Herman juga memaksa Karmila untuk memakan wortel yg tadi dimasukan kelubang dubur Karmila.

Sesudah selesai, mereka kembali berpindah tempat, kali ini mereka menuju keruang tengah. Bagas yg menggendong Karmila didepan tak mau kehilangan kesempatan dia memasukan kemaluannya ke kemaluan Karmila dalam posisi berdiri dan berjalan.

Buah dada Karmila bergesekan dgn dada Bagas yg berbulu, sesampainya diruang tamu, Bagas yg belum klimaks langsung memepet badan Karmila ditembok kemudian dia semakin cepat menggenjotnya. Akhirnya Bagas klimaks juga dia langsung lemah dan menjatuhkan Karmila dari gendongannya, Karmila pun langsung duduk tak sanggup berdiri karena kaki yg sudah lemas.

Martheo menyeret badan Karmila dan disuruh melakukan oral sex kepada mereka semua yg sekarang sudah duduk disofa panjang.

Tanpa pilihan Karmila melakukan hal tersebut sambil terkadang juga disuruh mengocok batang kemaluan mereka.

Tak hanya dimulut, mereka juga mengeluarkan sperma diluar yg mengenai rambut, wajah, leher serta buah dadanya.

Sesudah selesai Martheo mengangkat badan Karmila dan mendudukannya diatas kemaluannya. Dia menggenjot dgn penuh semangat, buah dada Karmila yg berguncang membuat Martheo gemas kemudian meremasnya dan terkadang menggigit puting Karmila .

“aw…sakiiiiiiiitt….!” Rintih Karmila yg merasa Martheo meremas buah dadanya begiitu keras.

Sesudah klimaks, Karmila harus melayani Herman dan Badrun sementara Bagas sudah mendapat jatah pertama.

Sesudah selesai semua, Karmila pun lemas badan bugil dan seksinya sekarang tergolek lemah dikarpet, badannya penuh dgn sperma dan bekas merah, terutama dibagian buah dadanya. Merekapun terus menggilir Karmila sampai malam, kadang diruang tamu, didapur, tangga dan berbagai tempat dirumah itu.

Mereka juga sempat mendandani Karmila menggunakan seragam smu, kerana badan dan wajahnya yg imut Dia masih terlihat pantas mengenakan seragam smu. Sementara mereka berempat berperan sebagai gurunya.

Karmila kembali digenjot bergilir dgn kemeja putih dan rok abu-abu masih melekat pada dirinya. Sesudah cukup puas memperkosa dan menyiksa Karmila, akhirnya mereka mengantarkan Karmila kembali ke kost-annya.

Sejak waktu itu, mereka bebas menikmati badan Karmila dimanapun kapanpun. Bahkan mereka sempat mengeroyok Karmila di toilet kampus. Karmila pun harus siap melayani mereka baik semua ataupun perorangan. Itulah sekelumit kisah wanita cantik nan imut yang mengalami nasib tragis.

Related Post