Ibu Muda Yang Menggairahkan - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Wisatalendir
33528
post-template-default,single,single-post,postid-33528,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge
Cerita dewasa

Ibu Muda Yang Menggairahkan

Cerita dewasa – Sebut saja namaku Andri 30 tahun, 170/60 berparas seperti kebanyakan orang pribumi dan kata orang aku orangnya manis, atletis, hidung mancung, bertubuh sexy karena memang aku suka olah raga. Aku bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan besar di kota Surabaya dan statusku married.

Perlu pembaca ketahui bahwa sebelum aku bekerja di Surabaya ini, aku adalah tergolong salah satu orang yang minder dan kuper karena memang lingkungan keluarga mendidik aku sangat disiplin dalam segala hal.

Dan aku bersyukur sekali karena setelah keluar dari rumah (baca:bekerja), banyak sekali kenyataan hidup yang penuh dengan “warna-warni” serta “pernah-pernik”nya.

Kisah ini berawal terjadi sebagai dampak seringnya aku main chatting di kantor di saat kerjaan lagi kosong. Mulai muda aku adalah termasuk seorang penggemar sex education, karena buat aku sex adalah sesuatu yang indah jika kita bisa menerjemahkannya dalam bentuk visualnya.

Baca Juga: Cerita Dewasa – Vagina Montok Murid

Dan memang mulai SD, SMP sampai SMA hidup aku selalu dikelilingi cewek-cewek yang cakep karena memang aku bisa menjadi “panutan” buat mereka, itu terbukti dengan selalu terpilihnya aku menjadi ketua osis selama aku menempuh pendidikan.

Kembali pada ceritaku, dunia chatting adalah ‘accses’ untuk mengenal banyak wanita dengan segala status yang mereka miliki; mulai ABG, mahasiswi, ibu muda sampai wanita sebaya, di luar jam kantor. Dan mulai dari sinilah aku mulai mengenal apa itu “kehidupan sex having fun”.

Suatu hari aku chatting dengan menggunakan nickname yang menantang kaum hawa untuk pv aku, hingga masuklah seorang ibu muda yang berumur 32 tahun sebut saja namanya Valent.

Valent yang bekerja di salah satu perusahaan swasta sebagai sekretaris dengan paras yang cantik dengan bentuk tubuh yang ideal (itu semua aku ketahui setelah Valent sering kirim foto Valent email aku). Kegiatan kantor aku tidak akan lengkap tanpa online sama dia setiap jam kantor dan dari sini Valent sering curhat tentang kehidupan rumah tangganya.

Karena kita berdua sudah sering online, Dia tidak segan-segan menceritakan kehidupan sex nya yang cenderung tidak bisa menikmati dan meraih kepuasan. Kami berdua share setiap kesempatan online atau mungkin aku sempatkan untuk call dia.

Hingga suatu hari, kami putuskan untuk jumpa darat sepulang jam kantor, aku lupa tanggal berapa tapi yang pasti hari pertemuan kami tentukan bersama hari Jum’at. Setelah menentukan dimana aku mau jemput, sepulang kantor aku langsung kendarai mobil butut starletku untuk meluncur di tempat yang janjikan.

Dengan perasaan deg-deg an, sepanjang perjalanan aku berfikir secantik apakah Valent yang usianya lebih tua dari aku 2 tahun. Dan pikiranku terasa semakin amburadul ketika aku bener-bener ketemu dengan Valent.

Wow! Aku berdecak kagum dengan kecantikan Valent, tubuhnya yang sexy dengan penampilannya yang anggun membuat setiap kaum adam berdesir melihatnya.

Tidak terlihat dia seorang ibu muda dengan 3 orang anak, Valent adalah sosok cewek favorite aku. Mulai dari wajahnya, dadanya, pinggulnya dan alamak.. pantatnya yang sexy membuat aku menelan ludahku dalam-dalam saat membayangkan bagaimana jika aku bisa bercinta dengan Valent.

Tanpa pikir panjang dan menutupi kegugupan aku. Aku memancing untuk menawarkan pergi ke salah satu motel di sudut kota (yang aku tahu dari temanku).

Sepanjang perjalanan menuju hotel, jantungku berdetak kencang setiap melirik paras Valent yang cantik sekali dan aku membayangkan jika aku dapat menikmati bibirnya yang tipis.. Dan sepanjang itu juga “adik kecilku” mulai bangkit dari tidurnya. Tidak lama sampailah kami di salah satu Motel, aku langsung memasukan mobilku kedalam salah satu kamar 102.

Didalam kamar aku sangat grogi sekali bertatapan dengan wajah Valent..
“Met kenal Andri,” Valent membuka obrolan.
“hey Valent..,” aku jawab dengan gugup.

Aku benar-benar tidak percaya dengan yang aku hadapi, seorang ibu rumah tangga yang cantik sekali, sampai sempat aku berfikir hanya suami yang bego jika tidak bisa menyayangi wanita secantik Valent.

Kami berbicara hanya sekedar intermezo saja karena memang kami berdua tampak gugup saat pertemuan pertama tersebut. Sedangkan jantungku berdetak keras dibareng “adik kecilku” yang sudah meronta ingin unjuk gigi.

“Andri meskipun kita di sini, tidak apa-apakan jika kita tidak bercinta,” kata Valent.

Aku tidak menjawab sepatah katapun, dengan lembut aku gapai lengannya untuk duduk di tepi ranjang. Dengan lembut pula aku rangkul dia untuk rebahan diranjang dan tanpa terasa jantungku berdetak keras, bagaikan dikomando aku menciumi leher Valent yang terlihat sanagt bersih dan putih.

“Valent kamu sangat cantik sayang..,” aku berbisik.
“Andri.. jangan please..,” desahan Valent membuat aku terangsang.
Lidahku semakin nakal menjelajahi leher Valent yang jenjang.
“Akhh Andri..”

Tanpa terasa tanganku mulai nakal untuk menggerayangi payudara Valent yang aku rasakan mulai mengencang mengikuti jilatan lidahku dibalik telinganya.
“Ooohh.. Andrii..”

Valent mulai mengikuti rangsangan yang aku lakukan di dadanya. Aku semakin berani untuk melakukan yang lebih jauh..
“Valent, aku buka jas kamu ya, biar tidak kusut..,” pintaku

Valent hanya mengikuti pergerakan tanganku untuk memreteli jasnya, sampai akhirnya dia hanya mengenakan tanktop warna hitam. Dadaku semakin naik turun, ketika pundaknya yang putih nampak dengan jelas dimukaku.

Setelah jas Valent terbuka, aku berusaha naik di tubuh dia, aku ciumi bibir Valent yang tipis, lidahku menjelajahi bibirnya dan memburu lidah Valent yang mulai terangsang dengan aktivitas aku. Tanganku yang nakal mulai menarik tanktop warna hitam dan..

Wow.. tersembul puting yang kencang.. Tanpa pikir panjang aku melepas lumatan di bibir Valent untuk kemudian mulai melpeas BH dan menjilati puting Valent yang berwana kecoklatan. Satu dua kali hisapan membuat puting Valent berdiri dengan kencang.. sedangkan tangan kananku memilin puting Valent yang lain nya.

“Ooohh Andriii.. kamu nakal sekali sayang..,” rintih Valent.
Dan saat aku mulai menegang.
“Tok.. tok.. tok.. room service.” Ahh.. sialan pikirku, menganggu saja roomboys ini. Aku meraih uang 50.000-an dikantong kemejaku dengan harapan supaya dia cepat pergi.

Setelah roomboy’s pergi, aku tidak memberikan kesempatan untuk Valent bangkit dari pinggir. Parfum Valent yang harum menambah gairah aku untuk semakin berani menjelajahi seluruh tubuhnya.

Dengan bekal pengetahuan sex yang aku ketahui (baik dari majalah, film BF maupun obrolan-obrolan teman kantor), aku semakin berani berbuat lebih jauh dengan Valent.

Aku beranikan diri untuk mulai membuka CD yang digunakan Valent, dan darahku mendesir saat melihat tidak ada sehelai rambutpun di bagian vagina Valent. Tanpa berfikir lama, aku langsung menjilati, menghisap dan sesekali memasukkan lidahku ke dalam lubang vagina Valent.

“Oohh.. Dan.. nikmat.. sayang,” Valent merintih kenikmatan setiap lidahku menghujam lubang vaginanya dan sesekali menekan kepalaku untuk tidak melepaskan kenikmatan itu.

Dan disaat dia sedang menikmati jilatan lidahku, telunjuk jari kiriku aku masukkan dalam lubang vagina dan aku semakin tahu jika dia lebih bisa menikmati jika diperlakukan seperti itu. Terbukti Valent menggeliat dan mendesah disetiap gerakan jariku keluar masuk.

“Aakkhh Andri.. kamu memang pintar sayang..,” desah Valent.
Disaat kocokkan jariku semakin cepat, Valent sudah mulai memperlihatkan ciri-ciri orang yang mau orgasme dan sesat kemudian..

“Andri.. sayang.. aku nggak tahan.. oohh.. Dan.. aku mau..” visa menggelinjang hebat sambil menggapit kedua pahanya sehingga kepalaku terasa sesak dibuatnya.
“Daann.. ookkhh.. aakuu keluaarr.. crut-crut-crut.”

Valent merintih panjang saat clitorisnya memuntahkan cairan kental dan bersamaan dengan itu, aku membuka mulut aku lebar-lebar, sehingga carian itu tidak ada yang menetes sedikitpun dalam mulutku.

Aku biarkan Valent terlentang menikmati orgasmenya yang pertama, sambil membuka semua pakaian yang aku kenakan, aku memperhatikan Valent begitu puas dengan foreplay aku tadi, itu terlihat dari raut wajahnya yang begitu berbinar-binar

Tanpa memberi waktu panjang, aku segera menghampiri tubuhnya yang masih lemas dan menarik pinggulnya dipinggir ranjang, dan tanpa pikir panjang penisku yang berukuran 19 cm dengan bentuk melengkung, langsung menghujam celah kenikmatan Valent dan sontak meringis..

“Aaakhh.. Andri..,” desah Valent saat penisku melesak kedalam lubang vaginanya.
“Andri.. penis kamu besar sekali.. aakkh..”

Aku merasakan setiap gapitan bibir vaginanya yang begitu seret, sampai aku berfikir suami macam apa yang tidak bisa merasakan kenikmatan lubang senggama Valent ini?

Aku berpacu dengan nafsu, keringatku bercucuran seperti mandi dan menetes diwajah Valent yang mulai aku rasakan sangat menikmati permainan ini.

“Andrriii.. sudah.. sayang.. akhh..” sembari berteriak panjang aku rasakan denyutan bibir vagina mengapit batang penisku. Dan aku rasakan cairan hangat mulai meleleh dari vagina Valent.

Aku tidak mempedulikan desahan Valent yang semakin menjadi, aku hanya berusaha memberikan kepuasan bercinta, yang kata Valent belum pernah merasakan selama berumah tangga. Setiap gerakan maju mundur penisku, selalu membuat tubuh Valent menggelinjang hebat karena memang bentuk penisku agak bengkok ke kiri.

Tiba-tiba Valent mendekap tubuhku erat dan aku tahu itu tanda dia mencapai orgasme yang kedua kalinya. Penisku bergerak keluar masuk dengan cepat dan..

“Andri.. aku.. mau.. keluarr lagi.. aakk.. Kamu hebat sayang, aku.. nggak tahan..,” seiring jertian itu, aku merasakan cairan hangat meleleh disepanjang batang penisku dan aku biarkan sejenak penisku dalam vaginanya.

Sesaat kemudian aku melepas penisku dan mengarahkan ke mulut Valent yang masih terlentang. Aku biarkan dia oral penisku.

“Ahh..,” sesekali aku merintih saat giginya mengenai kepala penisku. Disaat dia asik menikmati batang penisku, jariku yang nakal, mulai menelusuri dinding vagina Valent yang mulai basah lagi.
“Creek.. crekk.. crek..,” bunyi jariku keluar masuk dilubang vagina Valent.
“Ohh.. Andri.. enak sekali sayang..”

1.. 2.. 3.. 4.. 5.. jariku masuk bersamaan ke lubang vagina Valent. Aku kocok keluar masuk.., sampai akhirnya aku nggak tahan lagi untuk mulai memasukkan penisku, untuk menggantikan 5 jariku yang sudah “memperkosa” lubang kewanitaannya.

Dan..
“Ohh.. sayang aku keluar lagi..”
Orgasme yang ketiga diraih oleh Valent dalam permainan itu dan aku langsung meneruskan inisiatif menindih tubuh Valent, berkali-kali aku masukkan sampai mentok.

“Aaakhh.. sayang.. enak sekali.. ohh..,” rintih Valent. Bagaikan orang mandi, keringatku kembali berkucuran, menindih Valent..
“Sayang aku boleh keluarin di dalam..,” aku tanya Valent.
“Jangan.. aku nggak mau, entar aku hamil,” jelas Valent.

“Nggak deh sayang jangan khawatir..,” rengekku.
“Jangan Andri.. aku nggak mau..,” rintihan Valent membuat aku semakin bernafsu untuk memberikan orgasme yang berikutnya.

 

“Akhh.. oohh.. Andri.. sayang keluarin kamu sayang.. aakkhh..,” Valent memintaku.
“Kamu jangan tunggu aku keluar Andri.. please,” pinta Valent.

Disaat aku mulai mencapai klimaks, Valent meminta berganti posisi diatas.
“Andri aku pengen diatas..”

Aku melepas penisku dan langsung terlentang. Valent bangkit dan langsung menancapkan penisku dlam-dalam di lubang kewanitaannya.
“Akhh gila, penis kamu hebat banget Andri asyik.. oohh.. enak..,” Valent merintih sambil menggoyangkan pinggulnya.
“Aduhh enak Andri.. ”

Goyangan pinggul Valent membuat gelitikan halus di penisku..
“Valent.. Valent.. akh..,” aku mengerang kenikmatan saat Valent menggoyang pinggulnya.

“Andri.. aku mau keluar sayang..,” sambil merintih panjang, Valent menekankan dalam-dalam tubuhnya hingga penisku “hilang” ditelan vaginanya dan bersamaan dengan itu aku sudah mulai merasakan klimaks sudah diujung kepala.
“Valent.. Valent.. ahh..”

Aku biarkan spermaku muncrat di dalam vagianya.
“Croot.. croot..” semburan spermaku langsung muncrat dalam lubang Valent, tetapi tiba-tiba Valent berdiri.
“Aakhh Andri nakal..”

Dan Valent berlari berhamburan ke kamar mandi untuk segera mencuci spermaku yang baru keluar dalam vaginanya, karena memang dia tidak menggunakan pernah menggunakan KB.

Permainan itu berakhir dengan penuh kenikmatan dalam diri kami berdua, karena baru saat bercinta denganku, dia mengalami multi orgasme yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.

“Andri, kapan kamu ada waktu lagi untuk lakukan ini semua sayang,” tanya Valent.
Aku menjawab lirih, “Terserah Valent deh, aku akan selalu sediakan waktu buatmu.”

“Makasih sayang.. kamu telah memberikan apa yang selama ini tidak aku dapatkan dari suami aku,” puji Valent.
“Andri.. kamu hebat sekali dalam bercinta.. aku suka style kamu,” sekali lagi puji Valent.

Pertemuan pertama ini kita akhiri dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan dengn kata-kata, dan hanya kami berdua yang bisa rasakan itu.

Aku memang termasuk orang yang selalu berusaha membuat pasanganku puas dan aku mempuyai fantasi sex yang tinggi sehingga tidak sedikit abg, mahasiswi dan ibu muda yang hubungi aku untuk sekedar membantu memberikan kepuasan buat mereka.