Hot Dewasa ABG Bispak - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Wisatalendir
55945
post-template-default,single,single-post,postid-55945,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge
Cerita dewasa

Hot Dewasa ABG Bispak

Cerita dewasa – Viona ialah nama gadis yang menjadi gebetanku namun sampai memasuki bulan ke tiga aku belum pun mampu memenangkan hatinya. Meskipun dia tahu bila aku ialah laki-laki yang sudah dapat di bilang berhasil tapi dia memang bertolak belakang dengan gadis lainnya, Viona tidak memandang materi yang aku dapat. Umurnya masih 22 tahun lain jauh denganku yang telah 30 tahun dan tadinya aku pikir dia tidak inginkan menerimaku sebab perbedaan umur kami.

Tapi sesudah dia coba sampaikan bahwa dia masih hendak mengenalku lebih dekat. Akhirnya akupun bisa merasa tenang, Viona biasa memanggilku dengan panggilan mas Dika. Dan aku sendiri biasa memanggilnya dengan sebutan Vio saja, nyaris setiap hari kami bertemu di kantor. Karena vio adalahkaryawan baru di perusahaan yang aku pegang sendiri, tadinya aku bersikap biasa saja di depan semua karyawanku.

Namun sebab Vio begitu susah aku dapatkan kesudahannya akupun bersikap terbuka bila aku terdapat hati padanya. Sehingga tidak sedikit bahkan nyaris sebagian karyawanku tahu bila aku suka pada Vio, sebetulnya aku tergolong cowok kaku andai berhadapan dengan seorang wanita. Karena tersebut juga sampai saat ini aku belum pernah mengerjakan adegan laksana adegan dalam kisah ngentot, meskipun sering aku pergi ke lokasi hiburan yang tidak sedikit gadis penghiburnya.

Bahkaan dengan Vio akupun tidak tahu mesti bersikap laksana apa. Akhirnya aku hanya dapat memberikan perhatian layaknya atasan pada bawahannya, tapi sering pula aku memberinya sinyal bila aku terdapat hati padanya. Sebenarnya aku telah di wanti-wanti oleh rekan dekatku guna segera mengaku perasaanku bila tidak bakal ada orang yang lebih dulu melakukannya, namun rasa maluku lebih banyak rupanya.

Baca Juga: Evi Isteri Tetanggaku

Tapi suatu ketika aku menyaksikan Vio jalan bersama rekan kerjanya yang tergolong bawahanku juga. Mereka santap siang di kantin perusahaan, entah aku tidak dapat mendustai perasaanku bila saat tersebut aku begitu cemburu bahkan rasa sakit aku rasakan dengan sedemikian rupa. Sejak saat tersebut aku bertekad guna melakukannya, akupun berinisiatif guna pergi saja ke lokasi tinggal Vio tanpa memberitahunya lebih dulu.

Aku memang sengaja tidak datang malam minggu namun sebelum tersebut yakni malam sabtu. Aku pergi mengarah ke rumah Vio, sepanjang perjalanan aku telah bertekad untuk mengaku perasaanku padanya, hingga di depan lokasi tinggal Vio aku langsung turun dari mobil. Di depan rumahnya aku menyaksikan seperda motor terparkir di depan, barangkali milik Vio menurutku dan akupun mengurangi bel yang terdapat di depan pintunya.

Tidak berapa lama lantas Vio yang membukakan pintu, dia tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya. Tapi kesudahannya menyuruhku guna masuk kedalam rumahnya, akupun masuk dan di ruang tamu tersebut aku menyaksikan Bagus cowok yang aku temui sering bareng dengan Vio di kantor. Diapun menjabat tanganku sambil berbicara “Pak Dika..” Akupun menjabat tangannya namun aku tidak dapat mendustai mata mereka bila aku kecewa.

Sekedar basa basi akupun segera pamit saat bagus pamit lebih dulu. Aku langsung bilang bila aku melulu mampir dan jadilah aku yang pergi dari lokasi tinggal Vio sementara Bagsu masih sedang di sana, aku tidak dapat menyangga rasa kecewa pulang rasa sakit dalam hati melanda. Aku kalah, kalah pada seorang karyawan yang adalahbawahanku. Aku mesti melupakan Viona gadis yang sekitar ini menjadi tambatan hatiku.

Sejak saat tersebut aku mengolah sikapku aku seakan cuek, bahkan aku jarang memanggilnya ke dalam ruanganku meskipun melulu untuk memungut fail yang telah menjadi pekerjaaanya. Sikap tersebut aku ambil supaya aku tidak begitu tidak jarang bertemu dengannya sampai-sampai aku bercita-cita dapat mengatur hatiku yang terasa kosong, dan akupun menjadi tidak jarang pergi mendatangi gadis penghibur yang lebih mengasyikkan hatiku.

Mereka selalu menyerahkan senyuman tiap kali aku mengajaknya, hingga akhirnya akupun menikmati atau mengerjakan adegan dalam kisah ngentot. Saat tersebut aku telah mabuk karena tersebut aku menyimpulkan untuk kembali saja ke rumahku, sehingga aku tidak sadar bila aku kembali dengan membawa seorang gadis penghibur. Aku tahu saat sampai di dalam kamarku aku melihatnya melepas pakaian yang dia pakai.

Sehingga nampak jelas lekuk tubuhnya dan pun bagian viral tubuh mulusnya. Diapun mencumbuku dengan menghirup wajahku sampai semakin kebawah dan sampai pun pada kontolku, yang langsung dia lahap dengan semangatnya “OOouuugghh…. ooouuuggghhh….. ooooouuugghh….aaaaagggggghhh….aaaagggghh..” Terasa begitu nikmat pada kontolku yang mengalir pada masing-masing sekujur tubuhku sebab memang baru kali ini aku mengerjakan adegan laksana dalam kisah ngentot.

Gadis tersebut semakin binal melakukannya sebab dia tidak saja mencium kontolku namun mengulumnya dalam mulutnya “OOoouuuggghh……ooouuuggghh…ooouuggghh…. aaaaagggghhhh…nik..matnyaaa..” Desahku yang begitu merasakan setiap sentuhan yang dia berikan padaku, dia mainkan kontolku sekarang dengan teknik mengocoknya akupun dapat menyaksikan wajahnya ternayat gadis ini begitu cantik dan masih muda pula.

Karena urusan tersebut juga ku semakin bergairah saja. Karena tidak bisa menahannya kesudahannya akupun unik tubuhnya kemudian aku tindih di atasnya, laksana dalam adegan kisah ngentot akupun memasukkan kontolku pada vaginanya. Kemudian aku bergerak “OOOuugghh…ooouuugghh… maaas… aaaggghhh… nik… mat…. mas… aaaagggggghh..” Aku hendak memuaskan gadis ini karena tersebut aku berjuang untuk tidak memuncratkan spermaku.

Tapi sebab nikmatnya pun khirnya kupun semakin mempercepat gerakanku sampai kami berdua sama-sama merintih “OOOuuugghhhh… saaaaa…… yanggg… aaaaggghhh… aaaagggghhh… aaaaagggh….aaaaagggghh.. akuuuu…. aaagggghh… aaaaggghhhhh..” Saat itulah sesuatu yang nikamt mengalir dan menyatu pada selangaknganku dan tidak berapa lama lantas akupun menumpahkan spermaku pada memek gadis ini.

Gadis ini masih berada di lokasi tidurku ketika aku terbangun pagi ini. Aku lihat dia begitu cantik, tapi saat aku mendaratkan ciumanku pada bibirnya kembali bayang-bayang Vio terdapat di depan mataku. Akupun mundur dan segera masuk dalam kamar mandi, Vio mengapa aku tidak bisa melupakan gadis yang satu ini. Akupun segera bergegas ke kantor dan berniat guna melamar Vio hari ini, entah dia bakal menerima cintaku atau tidak.