cerita dewasa

Cerita Sex Mengatasanamakan Cinta

Jarak desaku sekitar lima jam perjalanan dari Medan, dan kami biasanya untuk pulang menggunakan jasa angkutan mobil yang sekaligus mengantarkan koran untuk daerah tersebut, jadi berangkatnya sekitar jam 2 dini hari dan sampainya sekitar jam 7 pagi.

Saat itu aku bermaksud untuk pulang ke desaku karena ada urusan yang hendak dikerjakan. Setelah memesan mobil untuk pulang (biasanya kami tinggal menelepon mobil untuk dijemput pada dini harinya) aku bersiapsiap untuk berangkat dan sekitar jam 01.30 WIB. Mobilnya datang kemudian aku naik dan hendak duduk di depan samping Pak supir, tetapi aku melihat sudah ada seorang gadis yang duduk di sana, jadi kuurungkan niatku untuk duduk di sana dan memilih untuk duduk di belakang.

Sebenarnya sih aku kenal dengan gadis itu karena berasal dari daerah yang sama, tetapi supaya tidak dikira rakus cewek maka aku agak menghindar. Setelah selesai menjemput semua calon penumpang maka mobil yang kami tumpangi meluncur ke kantor harian surat kabar tersebut untuk mengambil koran yang akan dikirimkan ke daerah.

Di kantor harian itu tempat duduk di depan masih tetap di tempati oleh gadis itu seorang diri, sementara di belakang sudah sudah diisi oleh berbagi macam jenis orang, maka kuputuskan duduk di samping gadis itu dan setelah mobil kami meluncur ke arah luar kota aku pun mulai membuka percakapan dengan gadis di sampingku.

Nama kamu Alif kan, kataku membuka percakapan.
Lho kamu kok tahu.. katanya menjawabku sambil tersenyum.

Lalu mulai rayuan mautku di dalam mobil itu sementara si supir tersenyumsenyum mendengarkan rayuanku. Dan setelah ngobrol ngalorngidul plus perhatian dengan pegang tangan sambil purapura tidur, kemudian setelah kirakira jam 06:00 pagi setelah matahari menampakkan sinarnya yang perkasa kebetulan cahayanya langsung dari depan sehingga agak menyilaukan kami.

Dengan lembut dan penuh perhatian kucoba kututupi matanya dari sinar yang menyilaukan dengan telapak tanganku sambil kami terus bercerita dan bercanda. Dan dengan style yang menyakinkan setelah aku mengantongi alamat dan nomor teleponnya di Medan maka aku pun menjanjikan pertemuapertemuan berikutnya.

Singkat cerita, setelah kami telah samasama kembali ke Medan maka aku segera menghubunginya lewat telepon dan memulai rayuanrayuanku dan mengundangnya datang ke tempat kostku. Pada suatu hari seteah janjian si Alif benarbenar datang ketempat kostku. Kemudian aku duduk di tepi tempat tidur dan si Alif duduk di karpet di kamarku, setelah puas ngobrol, kemudian aku tibatiba mencium pipinya sambil mencoba merayu,

Matamu bagus ya Lif.. si Alif tersenyum dan aku pun mulai mengelus dan meremas tangannya, tetapi secara tibatiba dia memalingkan wajahnya dan berkata,
Apaan sih maksudnya, baru kenalan kok udah pegangpegang, dan aku berkata,
Sebenarnya si aku suka sama kamu sejak kita pertama ketemu. Lalu dia tersenyum dan mengangguk seteju ketika kutawarkan untuk pacaran dengannya.

Lalu dengan tibatiba kukulum bibirnya dan si Alifnya membalas dengan keahlian yang cukup bagus. Wah maniak juga nih cewek, pikirku dalam hati. Kemudian setelah menutup pintu kamar dan kebetulan tempat kost sedang sepi.

Aku melanjutkan aksiku dan kembali mengulum bibirnya dan memainkan lidahku ke dalam rongga mulutnya. Terdengar nafasnya agak terengah karena ciuman yang agak panjang yang kami lakukan, lalu mata kami saling menatap dan saling tersenyum kemudian kupagut lagi bibirnya sambil kali ini tanganku mulai menggerayangi tubuhnya. Mulamula kuelus rambutnya dan turun ke leher dan lebih turun lagi sampai aku mengenai pangkal dadanya.

Si Alif mulai tersengalsengal nafasnya sambil tangannya pun memeluk erat leherku. Tanganku pun semakin turun sampai ke puncak payudaranya dan berhenti di sana sambil mengeluselus pelan, sehingga dia tampak semakin menggelinjang menahan nafsu. Pelanpelan sambil terus menciumi bibir dan lehernya kulepaskan satu persatu kancing bajunya sambil mengajak dan merebahkannya di ranjangku.

Setelah kancing bajunya terlepas aku melihat payudarnya yang lumayan montok (ukuran Branya 34B) aku kemudian menyusupkan tanganku dibalik BHnya dan berupaya menggapai putingnya. Wajah si Alif terlihat semakin bersemu menahan nafsu dan kelihatan suasana di mulutnya semakin dingin menahan getaran nafsunya yang mulai memuncak seiring dengan kunaikan BHnya ke atas payudaranya, sehingga payudaranya menyebul ke atas dengan puting yang mencuat dan telah agak mengeras.

Kemudian kukulum pelan puting susunya sambil kuhisap pelan dan bergantiganti si Alif mulai mengerangerang,

Oohhh.. oohhh.. sambil dia menekan kepalaku untuk lebih keras menghisap putingnya.

Tanganku tidak tinggal diam, mulai membuka restleting jeansnya dam mulai menyusupkan tanganku ke dalam CDnya. Aku merasakan bulu yang agak kasar, nafasku dan nafasnya mulai tak terkendali. Kulepaskan pengait BHnya dan kutarik turun celana jeansnya tetapi CDnya tetap kubiarkan dan aku pun mulai melepaskan semua pakaianku, tinggal berCD saja. Permainan kembali kami teruskan,

Payudaramu bagus yach.. kataku sambil kukecup pelan putingnya, dia menggelinjang,

Oohhh.. erangnya dan kembali kukulum bibirnya.

Pelanpelan lidahku turun menjilati sekujur tubuhnya dari leher ke balik telinga. Erangannya semakin terdengar,

Ohhh.. Ohhh.. dan turun terus sampai di puncak dadanya kuhisap pelan.

Kubiarkan sebentar, lalu turun lagi keperut sampai ke pusarnya lalu kumainkan lidahku di sana sambil tanganku menyusup kebalik CDnya dan mendapatkan sudah ada cairan yang membasahi kemaluannya.

Setelah foreplaynya kuanggap cukup, aku kemudian menarik turun CDnya, Dengan perlahan si Alif berkata, Kok dibuka.. tetapi matanya menyiratkan keinginan yang dalam untuk menuntaskan permainan ini. Dia juga mengangkat pantatnya supaya CDnya dapat dengan mudah kuturunkan. Kubuka CDku sendiri dan memamerkan kemaluanku sebentar dengan cara mengeluselus sehingga semakin tampak berkilat dan memerah.

Kucium kembali bibirnya dan kuhisap kembali puting susunya bergantiganti sambil aku berusaha melebarkan posisi pahanya dan bersiap menusukkan batang kemaluan ke lubang kemaluannya. Kusibakkan perlahan mulut kemaluannya dengan kepala kemaluanku. Kurasakan agak licin di sana. Kubiarkan agak lama memainkan kepala kemaluanku di mulut kemaluannya sampai erangannya terdengar agak keras dan kepalanya menjadi liar bergerak kesana kemari,

Ahhh.. ahhh.. erangnya.

Lalu dengan kekuatan penuh kudorongkan batang kemaluanku untuk mengoyak belahan kemaluannya (kukira si Alifnya masih perawan) ternyata batang kemaluanku hanya mengalami sedikit hambatan, itupun mungkin karena batang kemaluanku yang ukurannya agak besar, sekitar 17 cm dan diameternya 4 cm.

Lalu aku dengan agak semangat mulai menaikturunkan pantatku dan kurasakan kemaluannya menjepit kuat batang kemaluanku dan si Alif pun mulai menggoyangkan pantatnya mengimbangi gerakan pantatku sambil aku terus menciumi wajahnya dan mengulum bibirnya serta tanganku meremasremas payudaranya bergantiganti.

Tibatiba gerakan si Alif tak terkendali dan mencengkeram tubuhku sangat kuat. Sementara kakinya dilipatkan ke punggungku sambil berteriak keras,

Aku sampai.. aku sampai.. Ahh.. ahh.. Sekitar 15 detik kemudian dia agak tenang tetapi kurasakan semakin basah dan licin di dalam kemaluannya dan aku juga merasakan lubang kemaluannya sangat kuat meremas batang kemaluanku ketika dia orgasme tadi.

Lalu kucabut batang kemaluanku dari lubang kemaluannya dan aku lap dengan CD si Alif.

Kemudian aku berbaring menghadap ke atas dengan kemaluan yang mencuat ke atas dan dengan perlahan tapi pasti si Alif berjongkok di atas perutku sambil memegangi batang kemaluanku dan mengarahkannya ke lubang kemaluannya. Setelah dia mendudukiku pelanpelan kemudian dia bergerak naikturun yang kuimbangi dengan memutarmutar pinggulku. Tampak dia semakin bersemangat dan

Ohhh.. ahhh.. ahhh.. erangannya semakin lama semakin cepat,
Ahhh.. ahh.. hhhh.. dan aku pun merasakan seakan ada yang akan meledak dari dalam tubuhku,
Ohh.. ohhhh.. kayuhannya dipercepat dan tibatiba dia menjerit histeris menindih tubuhku sambil menekan pantatnya kuat,
Aahh.. aahh.. dan pada waktu yang bersamaan aku merasakan sensasi yang sangat luar biasa,
Crrottt.. crroottt.. croottt.. croottttt.. Aku menumpahkan spermaku di dalam lubang kemaluannya seiring remasan lubang kemaluannya yang kurasakan mencengkram batang kemaluanku.

Sejurus kemudian kami samasama diam tak bergerak menikmati surga dunia yang baru kami rasakan. Si Alif tetap berbaring di atas tubuhku dengan peluh yang membanjiri kedua tubuh kami. Kukecup bibirnya dengan mesra sambil kuucapkan,

Makasih ya Sayang.. Alif tersenyum sambil membalas kecupanku.

Demikianlah sejak saat itu kami melakukan senggama tidak kenal waktu baik di kamar kostku ataupun di rumahnya. Kami juga sering melakukan senggama di kampus, yaitu di tempattempat duduk di tamantaman kampus yang kalau malam hari sangat sepi yang tentunya fast sex atau si Alif sekedar menghisap kemaluanku.

Dengan bergabungnya aku di web ini maka sekaligus aku membuka diri kepada temanteman yang ingin kenalan denganku dapat menghubungiku melalui emailku. Khususnya untuk cewek atau wanita yang berdomisili di kota Medan dapat menghubungiku untuk berkenalan dan berkonsultasi mengenai apa saja. Dengan senang hati aku akan menanggapinya. Kutunggu!

Post Terkait