okezone bola

Cerita Sex 2017: Pejabat Pemerintahan

Hari ini Dewi sedang kedatangan tamu penting diruangannya, dan dia sudah bilang pada sekretarisnya untuk tidak mengganggunya, dan dia juga sudah menyuruh sekretarisnya untuk tidak membolehkan siapapun masuk kedalam ruangannya, tamu yang dihadapinya adalah orangorang dari pemerintahan yang sedang mempunyai proyek dimana perusahaannya sedang ikut dalam tender proyek itu.

Pak Handoyo dan Pak Guntoro adalah orangorang penting dari pemerintahan, mereka berdua dapat memutuskan perusahaan siapa yang akan memenangkan proyekproyek yang mereka ditangani, salah satunya adalah proyek dimana perusahaan Dewi sedang ikutan tender.

Dewi ingin proyek itu di menangkan oleh perusahaannya, maka dari itu diapun bersikap semanis mungkin kepada mereka, walaupun dalam hatinya dia merasa malas bermanismanis kepada kedua orang ini, muka keduanya jauh dari cakep ataupun ganteng, usia keduanyapun sudah lumayan berumur, Dewi mengirangira mereka berdua diatas 50an, tubuh mereka berdua jauh untuk dibilang atletis, perut merekapun terlihat buncit dari pakaian safari yang mereka kenakan.

Kedua mata merekapun selalu jelalatan melihat tubuh Dewi, Dewi sendiri merasa risih dengan pandangan mereka, Dewi merasa pandangan mereka itu seolaholah menelanjangi dirinya, mereka selalu tersenyum penuh arti bila kedua mata mereka beradu pandang dengan mata Dewi, tapi Dewi hanya bisa tersenyum pahit saja karena perusahaan dia membutuhkan proyek tersebut.

Jadi bagaimana nich bapakbapak, kemungkinannya perusahaan kami untuk memenangkan proyek itu tanya Dewi sambil berusaha tersenyum dengan manisnya.

Mendengar pertanyaan Dewi, Handoyo dan Guntoro berpandangan lalu keduanya tersenyum licik, muka mereka menampakkan muka mesum, biasanya mereka selalu berhadapan dengan Hendro dan biasanya mereka selalu meminta sekian persen dari nilai proyek kepada Hendro, tapi kali ini mereka mempunyai maksud lain setelah melihat Dewi, mereka tidak menyangka kali ini mereka akan berhadapan dengan wanita yang sangat aduhai, mereka betulbetul terkesima dengan kecantikan dan keseksian Dewi pada saat mereka datang tadi dan mengetahui bahwa semua urusan tentang proyekproyek sekarang ini adalah wanita yang sangat seksi dan cantik ini yang betulbetul menggoda kelelakian mereka.

Begini, Bu. Biasanyakan kami berurusan dengan pak Hendro jadi pak Hendro sudah tahu berapa komisi yang harus kami terima, Bu. Jawab pak Handoyo sambil tersenyum licik.
Oh yach pak Han, saya mengerti tentang itu pak, kami akan memenuhi persyaratan itu seperti yang biasa pak Hendro lakukan selama ini, kata Dewi mengerti akan persyaratan yang biasanya dilakukan oleh suaminya.
Ach..kalau ibu sudah mengerti dan tahu tentang itu sich bagus,Bu. Hanya ada sedikit masalah atau kekurangan saja Bu, kata Handoyo lagi.
Masalah apa, pak? Kekurangan apa? Kalau boleh saya tahu, mungkin saya bisa membantu mengusahakannya, kata Dewi masih dengan tersenyum manis, padahal dalam hatinya sudah jengkel sekali dengan kelicikan kedua orang ini.
Gak banyak sich Bu, kekurangannya hanya satu dan kebetulan ibu pasti bisa membantu kami untuk mengusahakannya, Handoyo berkata lagi menjelaskan masih dengan senyuman liciknya dan matanya yang berbinarbinar saat menatap belahan dada Dewi.
Wah kebetulan kalau begitu pak, saya akan langsung usahakan kekurangan itu pak, agar tidak menjadi kendala lagi, kalau kekurangan yang satu itu sudah terpenuhi, apakah perusahaan kami akan mendapatkan proyek itu Pak, tanya Dewi meyakinkan.
tentu saja Bu, bila kekurangan yang satu itu terpenuhi, pasti proyek itu akan jatuh keperusahaan kalian, ini kami sudah bawa dokumennya dan tinggal kami tanda tangani saja, bagaimana Bu, sanggup untuk memenuhi kekurangan yang satu itu, jelas Handoyo sambil menyeringai.
Baiklah, kalau begitu, sekarang kekurangannya apa, biar secepatnya saya usahakan, sehingga dokumen ini bisa bapak tanda tangani sekarang juga disini, kata Dewi gembira setelah melihat dokumen yang di sodorkan oleh Handoyo

Dewi melihat semua dokumen itu asli dan tentang kontrak proyek yang dimaksudnya dan yang belum ada hanya tanda tangan dari kedua orang licik di depannya ini saja, semuanya sudah lengkap cap dan meteraipun sudah ada di dokumen itu dan semuanya menunjuk kepada perusahaannya yang memenangkan tender itu.

saya yakin kok Bu, bahwa ibu bisa mengusahakan kekurangan tersebut, jadi saya dan pak Guntoro tinggal membubuhkan tanda tangan kami di dokumen itu, lanjut Handoyo.
Baik kalau begitu silahkan bapak tanda tangani, saya akan suruh anak buah saya untuk mempersiapkan kekurangan yang satu itu, lanjut Dewi.
Hahaha..gak usah nyuruh anak buahnya Bu, kekurangan yang satu itu hanya ibu yang bisa memenuhinya untuk kami, kata Handoyo dengan seringai liciknya.

Maksud bapak?, tanya Dewi bingung.

Handoyo lalu menyerahkan dokumen tersebut kepada Guntoro untuk ditanda tangani setelah itu dokumen tersebut dia tanda tangani pula, dan dia perlihatkan kepada Dewi bahwa dokumen tersebut sudah di tanda tangani olehnya dan oleh Guntoro.

Maksud saya begini Bu, terus terang saja yach Bu, saat melihat ibu kami menjadi tertarik dengan kecantikan ibu, heheheheheterutama maaf yach Bu, dengan tubuh ibu yang sangat seksi dan sungguh sangat menggoda kelelakian kami, maaf Bu, itu juga kalau ibu mau, kalau ibu tidak mau yach dengan terpaksa kami akan pamit sekarang juga, bagaimana Bu, katanya lagi sambil terkekeh licik.
Maksud bapak, kekurangan yang bapak maksud dari tadi adalah bapakbapak menginginkan tubuh saya? kata Dewi sambil mengernyitkan dahinya, dia sungguh tidak menyangka orangorang ini menginginkan tubuhnya, setelah memaksakan komisi pada tender yang mereka kelola, mereka juga memaksakan untuk menikmati tubuhnya.
Yach begitulah Bu, hehehhehesyukur ibu mengerti maksud kami, kalau ibu keberatan dengan syarat kami yang satu itu, juga tidak apaapa kok, kami bersedia untuk meninggalkan ruangan ini, kata Handoyo sambil beranjak dari tempat duduknya dan mengajak Jonathan untuk meninggalkan ruangan.
Sebentar..paksebentar..beri saya waktu untuk memikirkannya, kata Dewi mencegah kedua orang tersebut meninggalkan ruangannya.

Handoyo dan Guntoro tersenyum licik, mereka sengaja menunggu di dekat pintu ruangan Dewi, mereka menantikan jawaban Dewi dengan tidak sabar, pikiran mereka sudah membayangkan dapat menikmati tubuh Direktur perusahaan ini, mereka berdua memang sudah merencanakan hal ini, tapi bukan terhadap Dewi, karena mereka tidak mengetahui soal Dewi yang sudah menggantikan posisi Hendro, yang mereka inginkan adalah tubuhnya Mira sekretarisnya Dewi, setiap kedatangan mereka ke kantor Hendro ini mereka berdua selalu melihat Mira, jadi hari ini mereka berniat untuk tukar guling antara dokumen yang sudah mereka tandatangani dengan tubuhnya Mira, sebelum kedatangan mereka kesini mereka sudah meminum obat kuat agar saat mereka mengerjai tubuh Mira mereka akan tahan lama, tapi setelah mereka tiba di kantornya Hendro, rencana mereka menjadi berubah setelah melihat tubuh Dewi yang jauh lebih seksi dan payudaranya yang sungguh montok berbeda dengan tubuh dan payudaranya Mira, walaupun mereka berdua masih berpakaian, tapi kedua lelaki ini sudah sering bermain dengan perempuanperempuan, mereka sudah berpengalaman dalam hal tubuh wanita, jadi begitu melihat tubuh Dewi yang jauh lebih bahenol daripada tubuh Mira, target mereka berubah, mereka menginginkan tubuhnya Dewi untuk menjadi pelampiasan nafsu birahi mereka.

Baiklah Pak, jika itu keinginan bapakbapak, saya siap memenuhinya, kata Dewi setelah memikirkannya
Dewi berpikir bahwa orangorang seperti Handoyo dan Guntoro hanyalah besar nafsu dan tenaga kurang, paling hanya sebentar tubuhnya disodoksodok oleh penis mereka, setelah itu mereka akan menggelepar puas dan kecapaian.

Handoyo dan Guntoro tersenyum senang mendengar perkataan Dewi, mereka berdua membalikkan badan mereka dan menunggu Dewi untuk menghampiri mereka, mereka berpikir bahwa Dewi yang telah menyetujui persyaratan mereka itu akan pergi bersama mereka ke sebuah hotel untuk melakukan persetubuhan dengan mereka.

Nah, gitukan lebih baik Bu, jadi kami tidak usah memilih perusahaan yang lain untuk proyek ini, proyek ini kami akan serahkan pada ibu setelah kami mendapatkan yang satu itu, hehehhehetubuh ibu maksud saya. Kata Handoyo tersenyum licik penuh kemenangan mendapatkan Dewi menyetujui persyaratan mereka.

Dewipun menghampiri mereka dan menarik kedua tangan mereka dan mendorong tubuh mereka hingga terduduk di sofa, setelah itu dengan gemulai tangannya mulai melepaskan kancingkancing blazernya, blazer putih yang dikenakannyapun dibiarkannya tergeletak dilantai saat terlepas dari tubuhnya, rok putih yang dikenakannya yang membalut tubuhnya dengan ketatpun terlihat oleh mata Handoyo dan Guntoro, mereka berdua menelan air liur mereka melihat bentuk tubuh Dewi yang dari tadi sudah mereka ingin saksikan, tapi karena tubuh Dewi yang terhalang meja kerjanya jadi mereka hanya puas dengan menonton belahan payudaranya saja.

EhhBukita gak pergi keluar? tanya Handoyo dan Guntoro berbarengan sedikit kaget, karena Dewi membuka blazernya sementara mereka masih berada di ruangan kerja Dewi.
hhmmmkenapa mesti keluar, sementara kaliankan sudah sangat menginginkan tubuhku inikan, kata Dewi menegaskan.
eeehhiyaaBu, tapi disinikan kurang bebasterus..kalau ada yang masukk..nanti ibu jadi malu kata Handoyo.
Gak usah khawatir soal itu, tidak ada yang berani masuk kesini, kalau tidak kupanggil atau kuijinkan, jadi bapakbapak bisa dengan tenang menikmati tubuhku ini, kata Dewi sambil menurunkan risleting roknya yang berada di samping.

Dengan perlahanlahan Dewi menurunkan risletingnya kebawah, saat risletingnya sudah terlepas semuanya terlihat dari samping tubuh Dewi yang mulus di depan mata Handoyo dan Guntoro, Gllleeeeekkkk keduanya menelan air liur masingmasing karena melihat kemulusan tubuh Dewi itu, serta mereka melihat dari samping bulatan payudara yang masih tertutup oleh bra hitamnya, serta tali CDnya yang berwarna hitam juga, mereka melihat paha Dewi begitu mulusnya, kemaluan mereka perlahanlahan mulai bangun melihat pemandangan itu.

Rok bagian depannya masih ditahan oleh tangan Dewi sehingga bagian depan tubuhnya masih tertutupi oleh roknya itu, sementara ini Handoyo dan Guntoro hanya dapat melihat bagian belakang tubuhnya Dewi karena rok bagian belakangnya itu sengaja tidak Dewi tahan oleh tangannya sehingga tali BH dan tali Gstringnya saja yang terlihat, melihat bongkahan pantat Dewi yang montok dan indah itu keduanya kembali menelan air liur mereka.

Pak Han dan Pak Gun ini mau mengambil syaratnya atau tidak sich, kata Dewi berpurapura genit.
Eeehhiiyaaaaa.. mereka serempak berkata.
kalau mau kenapa pakaiannya gak dilepas, kata Dewi lagi sambil tersenyum genit.
IyaaachhBu, mereka berkata berbarengan lagi.

Dewi mulai melepaskan roknya dengan perlahanlahan sehingga terlepas semuanya, tubuhnya yang hanya tinggal mengenakan Bra dan Gstringnya pun terpampang di mata Handoyo dan Guntoro, lagilagi mereka menelan air liur masingmasing, payudara Dewi yang membusung indah seolaholah menantang ingin diremas, dan Gstringnya yang menutupi segitiga selangkangan Dewi betulbetul membangkitkan selera mereka untuk segera menyetubuhi Dewi, keduanya dengan tergesagesa melepaskan seluruh pakaian mereka hingga mereka telanjang bulat, saat mereka berdua sudah telanjang bulat, Dewipun melepaskan BH dan Gstringnya, kini tubuh mereka bertiga sudah tidak mengenakan sehelai pakaianpun.

Handoyo dan Guntoro takjub melihat kedua payudara Dewi, bulatan kedua payudara Dewi sungguh indah dan menantang, kedua payudara Dewi seperti payudara anak perawan yang belum pernah dijamah oleh tangantangan nakal, payudaranya seperti payudara yang mendapatkan operasi plastik, dengan kemaluan yang sudah sangat menegang mereka berdua menghampiri Dewi, Dewi melihat kemaluan mereka yang sudah ngaceng itu menjadi tersenyum, karena kemaluan mereka lebih panjang dan besar dari kepunyaan suaminya, malah ukurannya hampir sama dengan kepunyaan Bambang.

Handoyo langsung menyergap payudara Dewi yang sebelah kiri, tangan kirinya meremasremas payudara itu, tangan kanannya merayap ke selangkangan Dewi, vagina Dewi mulai dieluselusnya dan kelentitnyapun tak luput dari serangan tangannya itu sementara mulut dan lidahnya mulai menjilati dan mengenyotngenyot payudara kirinya.

Guntoropun tak mau kalah gesit dengan Handoyo, tangan kirinyapun menyerang dan meremas payudara Dewi yang sebelah kanan, mulutnya juga ikutan mengenyotngenyot payudara itu dan lidahnya juga menarinari diputingnya, sementara tangan kanan Guntoro, merabai dan meremas bongkahan pantat Dewi yang sangat montok itu, Dewi tidak mau kalah oleh mereka kedua tangannya menggapai meraih kedua tongkol mereka yang sudah sangat tegang itu, kedua kemaluan mereka itupun dikocokkocok oleh tangannya yang halus.

Handoyo merasakan vagina Dewi mulai mengeluarkan cairan precumnya, sementara kedua tangan Dewi juga merasakan hal yang sama, tangannya mulai sedikit basah oleh cairan precumnya Handoyo dan Guntoro, mereka bertiga mulai mendesahdesah menikmati permainan tangan dan mulut mereka yang saling menyerang.

Oooohhhooohhhooohhhssshhhaaahhhssshhhemutk enyot.ssshhhtokedkupakooohhhssshhhaaahhhko bel memekku.aaahhh.elusinitilkuuuu ooohhsshhhaaahhhsshhhaahhhh, Dewi mendesah menikmati seranganserangan yang dilancarkan oleh Handoyo dan Guntoro.
Hhhhmmmsslrrpppp..hhhmmmsslllrpppp. dari mulut Handoyo dan Guntoro hanya terdengar gumaman dan suara sruputan saja.

Dewi sungguh tidak menyangka bahwa kedua orang ini yang diperkirakan oleh dia tadi bahwa mereka berdua pasti hanya besar nafsu saja tapi tenaga mereka loyo, ternyata mereka berdua tahan dengan kocokan tangannya, kemaluan mereka tidak muncrat walaupun dia kocokkocok dari tadi malah kemaluan mereka semakin mengeras saja, dan dia sendiri merasa kewalahan oleh seranganserangan mereka berdua, rupanya kedua orang ini sangat berpengalaman dalam membangkitkan nafsu birahi perempuan, ini terbukti dengan semakin basahnya vagina dia, Dewi yang tadinya hanya sekedarnya saja meladeni nafsu birahi mereka, sekarang ini dirinya sudah terpancing nafsu birahinya, dan Dewi merasa bahwa vaginanya sekarang ini membutuhkan kemaluankemaluan lelaki untuk menyodoknyodoknya.

Tubuh Dewi menggeliatgeliat merasakan rangsangan birahinya dan mendapatkan serangan bertubitubi dari kedua lelaki tua ini, Handoyo dan Guntoro memang sangat berpengalaman dalam memancing birahi wanita yang mereka setubuhi, soal tahan lamanya mereka atasi dengan obat kuat yang selalu mereka minum, dan biasanya kalau mereka bermain seks dengan para wanita maka wanitawanita yang mereka gauli selalu menjeritjerit keenakan dan merasakan puas disetubuhi mereka.

Dewi mengalami hal yang serupa dengan para wanita yang pernah disetubuhi oleh mereka berdua, dia juga merasakan enak dengan permainan tangan dan mulut kedua lelaki ini, desahandesahan keluar dari mulut Dewi terus menerus, sementara vaginanya semakin banyak mengeluarkan cairan precumnya, vaginanya terasa gatal ingin segera dirojokrojok kemaluan mereka berdua.

Ooooohhhssshhhaaahhh..ooohhhsssshhh..aaahhhoo ohhssshhh..aahhhterus..pak..teruussskenyot.ooo hhhsshhhaahhh, desah Dewi tak hentihentinya keluar dari mulutnya.

Handoyo dan Guntoro semakin menggila mempermainkan kedua tangan, mulut dan lidah mereka, jari telunjuk dan tengah Handoyo mulai masuk ke lubang senggama Dewi dan mulai mengocokngocok vagina
Dewi, sementara Guntoro memasukkan jari tengahnya kedalam lubang anusnya Dewi, Dewipun semakin merintihrintih oleh permainan mereka ini, tubuhnya semakin menggeliat merasakan keenakan, pantatnya berputarputar merasakan nikmatnya jari jemari kedua orang ini yang bermain di kedua lubangnya, vaginanya semakin banjir sehingga mengalir keluar di jarijemarinya Handoyo dan membasahi telapak tangannya Handoyo.

heheheheGun, nampaknya bu Dewi sudah siap nich untuk menerima sodokansodokan kontol kita, memeknya sudah banjir nich, hehehehe kata Handoyo sambil terkekehkekeh senang bahwa Dewi sudah sangat terangsang.
hehehehekalau begitu ayo kita tusuk lubanglubangnya sekarang, kata Guntoro sambil tertawa juga.
Bu, kita entot ibu sekarang yach, nampaknya memek ibu sudah kepengen dientot nich, kata Handoyo.
Iyaaaahhhpak, entot aku pak, puaskan aku dengan kontol kalian, ooohhh.sssshh aaahhhooohhhsshhhh..aaahhh, kata Dewi sambil mendesah.

Handoyo mulai mengarahkan penisnya yang sudah ngaceng itu ke vagina Dewi, benda itu dia eluseluskan kebibir vagina Dewi dan kelentitnya, Dewipun mendesah saat merasakan itilnya yang sudah mengeras itu bersentuhan dengan kepala penis Handoyo, kaki kirinya dia angkat dan ia letakkan di atas meja, lubang vaginanya terkuak sedikit dengan posisi kakinya seperti itu, Handoyo tanpa membuang waktu langsung menyelipkan penisnya ke dalam lubang vagina Dewi, Slllleeeeeeeppppppp.. dengan mudah penisnya Handoyo mulai terselip di lubang vaginanya Dewi, Dewi dan Handoyopun melenguh bersamaan, Dewi melenguh saat penis Handoyo mulai menerobos masuk ke dalam vaginanya, sementara Handoyo melenguh saat merasakan ketatnya jepitan vagina Dewi, ia tidak menyangka bahwa vagina Dewi begitu rapet dan ketat.

Ooooooouuuhhhhhhh.., Dewi dan Handoyo melenguh bersamaan.

Pada waktu yang hampir bersamaan Dewi menurunkan pantatnya ke bawah dan Handoyo menekan pantatnya ke atas, sehingga.Bleeeeeeeeeeessssss.penisnya Handoyo terbenam seluruhnya di dalam lubang vagina Dewi, kembali keduanya melenguh bersamaan menikmati bersatunya kemaluan mereka.

Oooooooouuuuuuuhhhhhhhhhh Dewi dan Handoyo kembali melenguh bersamaan.

Handoyo betulbetul merasa heran dengan vaginanya Dewi yang sangat rapat dan ketat menjepit batang kemaluannya, vaginanya Dewi seperti vagina perawan saja, dalam pikirannya Dewi ini jarang sekali disetubuhi suaminya atau batang kemaluan suaminya sangat kecil sehingga lubang vaginanya Dewi masih rapet saja, dia merasa beruntung mendapatkan vagina yang masih rapet dan ketat ini, dia tidak tahu bahwa vaginanya Dewi ini sudah mendapatkan ajian dari Ki Jaya sehingga vaginanya Dewi akan menyesuaikan dengan besarnya kemaluan lelaki yang masuk kedalamnya, jadi vagina Dewi akan terasa rapet dan ketat oleh siapapun, baik itu kemaluannya besar maupun kecil dan yang paling tidak dia ketahui adalah bahwa setelah kemaluannya merasakan jepitan vaginanya Dewi, dia akan selalu mematuhi kehendak Dewi, dia tidak akan bisa seperti sekarang ini melakukan pemerasan dengan senjata proyeknya untuk dapat menikmati tubuh Dewi, Dewi yang sudah merasakan penisnya Handoyo terbenam seluruhnya di lubang kenikmatannya terlihat tersenyum, dalam hatinya Dewi yakin bahwa mulai saat sekarang ini kedua orang ini akan selalu mematuhi kehendak dia.

EnakHan, memek bu Dewi enak yach, Tanya Guntoro kepada Handoyo.
Wuuiiihhhenak bener Gun, masih rapet seperti tempik perawan aja, jawab Handoyo.
Wah..gua harus nyobain dong, tapi gua nyobain boolnya dulu aja, apa serapet memeknya gak yach, kata Guntoro.
Iyaach..loe cobain aja dulu boolnya, tar kita gantian, lanjut Handoyo.

Dewi yang mendengarkan percakapan mereka kemudian mengalungkan kedua tangannya ke leher Handoyo, kedua tangan Handoyopun mulai bergerak, kedua tangannya menyelinap masuk dari bagian dalam paha Dewi, telapak tangan Handoyo mulai memegangi kedua bongkahan pantat Dewi dan mulai mengangkat tubuh Dewi, terlihat sekarang posisi tubuh Dewi yang digendong oleh Handoyo dengan kemaluan Handoyo tetap berada di dalam lubang kemaluannya.

Tahan Han, tahan, gua mau masukkin tongkol gua nich ke boolnya, kata Guntoro.
Ayooocepat, sahut Handoyo.

Setelah mengolesi batang kemaluannya dengan baby oil, Guntoro segera mengarahkan penisnya ke lubang anus Dewi, dan .Sslleeeeeeppppp kepala penisnya mulai menyeruak masuk kedalam lubang anus Dewi, Dewi melenguh merasakan lesakan kemaluan Guntoro di lubang anusnya, dan Guntoropun melenguh saat merasakan kepala penisnya terjepit di lubang anus Dewi.

Ooooooooohhhhhhhh Guntoro dan Dewi melenguh bersamaan.

Dengan kedua tangan yang memegangi pinggang Dewi menekan pantatnya ke atas dan Bbllleeeeeeeessssssss.. kemaluan Guntoro melesak masuk semuanya di dalam lubang anus Dewi.

Aaaauuuuuwwwwww..aaarrggghhhh Dewi menjerit purapura kesakitan, tapi sebetulnya dia merasakan enak saat kedua kemaluan lelaki ini terbenam di kedua lubangnya.
OoooohhhgilaaaHanboolnya juga masih rapet sekali, belon pernah dipakai nich boolnya, Guntoro mengerang merasakan lubang anus Dewi yang sangat sempit dan menjepit erat batang kemaluannya.
Uuuuugghhhh.vaginanya jadi tambah sempit nich, garagara boolnya dimasukin tongkol loe, Gunuuuuiiihhhh..jadi tambah enakwwwuuuiiihhhtambah rapet aja nich vaginanya bu Dewi. Erang Handoyo.
Ooouuugghhh.ooooohhhhsshhhhenaaaakkkngerasain dua batang kemaluan menyumpal dua lubangkuoooohhhssshhhhoooohhhhsshhhhh, Dewi mengerang keenakan sambil tersenyum puas karena mulai saat ini kedua orang pemerintahan ini akan mau menuruti apapun kemauan dia.
Oooohhhsshhhhaayooopakentoootttaku..pak..pua skan..akuoooohhhhh sshhhhaaahhh.aaayoookeluar masukkan batangbatang kaliancepatooohhhh ssshhhhaahhhh erangan Dewi terdengar lagi.

Dewi sendiri mulai menggerakkan tubuhnya naik turun, dengan sangat bernafsu sekali Dewi mulai memompa pantatnya dengan cepat, terlihat kedua kemaluan Handoyo dan Guntoro keluar masuk dengan cepat di kedua lubang Dewi, batangbatang kemaluan mereka terlihat seperti piston mesin keluar masuk di kedua lubang Dewi, kedua tangan Guntoro beralih ke pantat Dewi membantu kedua tangan Handoyo yang sedang menahan bobot tubuh Dewi, Handoyo mulai merasa ringan karena bantuan tenaga Guntoro yang menahan bobot tubuh Dewi yang sedang memompa kedua batang mereka.

Tubuh Handoyo dan Guntoro agak sedikit condong ke belakang, mereka berdua berusaha untuk memberikan ruang gerak kepada Dewi yang sedang memompa batangbatang mereka, karena kalau tidak perutperut mereka yang buncit akan menghalangi gerakan tubuh Dewi, sementara itu Dewi sudah tidak perduli dengan bentuk tubuh kedua lelaki ini yang jauh untuk dibilang atletis, yang Dewi perdulikan adalah kenikmatannya di sodok oleh kedua batang lelaki ini.

Oooohhhhssshhhh..aaahhhoohhhhssshhhhenaaaakkksssshhhaaahhhnikmaaattenaaak.ooohhhssss hhhhaaahhhhdi sodoksodokkontol kaliaaannpak.Ooohhh akkkuuupuaaaasssdengannkontol.kaliaanooohhh hpak.ooohhhssshhhhhaaaahhh

Dewi mendesah sambil terus menggenjotkan tubuhnya naik turun.

Iyaaaaabumemek..ibu juga sempit sekalienaaakooohh..seperti masih perawan sajaaa.aaaaaaccchhhhhgilaaaarapetnyabu.ooohhh aaaacchhhmemekmu juga bisa ngempotbuuuuu. Handoyopun ikuta mendesah keenakan.
Wuuuiiii.boolmujuga.enaak.aaaaachhhhhBu..ni kmaaatt.sempit.belon pernah dipakai yaaaachhhBu..ooooohhhaaaacchhhh..rapetsekalikontolku terjepit erat.sama lubang boolmu ini Buuooohhh Guntoropun ikut mendesah merasakan nikmatnya jepitan lubang anus Dewi.

Tubuh Dewi melonjaklonjak di atas kemaluan Handoyo dan Guntoro seperti orang yang sedang mengendarai kuda saja kelihatannya, kedua payudaranya yang montokpun terayunayun karena goyangan tubuhnya yang naik turun, membuat Handoyo ingin meremasremas kedua bukit kembar Dewi tersebut, tapi apa daya kedua tangannya sedang menahan tubuh Dewi, Handoyo ingin menjilati kedua putingnya yang sudah mengacung dan menantang untuk dijilati dan diselomoti, tapi lagilagi karena perutnya yang buncit Handoyo tidak dapat melakukan hal itu, bila dia menyorongkan mulutnya perut dia akan menekan tubuh Dewi, sehingga akan menghambat gerakan Dewi dan akan menghentikan kenikmatan yang sedang ia rasakan, akhirnya Handoyo hanya bisa pasrah dengan hanya menatap saja kedua payudara Dewi yang sedang berguncang naik turun itu tanpa bisa melakukan apapun.

Ooooouuuhhhhhhooouuhhhssshhh ssshhhaaaahhhhsssh hhhaaahhhh desahan Dewi terdengar terus.

Gerakan tubuh Dewi semakin cepat, lonjakanlonjakan tubuhnya mulai tak beraturan, Dewi sudah mendekati puncak kenikmatannya, tubuhnya bergetar, nafasnya semakin memburu, matanya meremmelek, mulutnya terus menerus mengeluarkan desahandesahan, nampaknya Dewi akan mengalami kekalahan dalam pertempurannya melawan dua orang lelaki ini. Dan terdengar Dewipun mengerang panjang, tubuhnya ia hentakkan dengan kuat kebawah lalu terdiam, kedua kemaluan lelaki itupun tenggelam seluruhnya di dalam lubang kemaluan Dewi.

Oooooouuuuggggghhhhhhh..paaaaakkk.akuukeluaaaa rrrroooouuuggghhhh.nikmaaaaattt.puas banget!! erang Dewi menyambut puncak kenikmatannya yang berhasil ia raih terlebih dahulu.

Ssssrrrrrrrrr..sssrrrrrrrr..sssrrrrrrrrr.sssrrr rrrr.lubang vaginanya menyemburkan lahar kenikmatannya menyirami kemaluan Handoyo, Handoyo merasakan hangatnya lahar kenikmatan Dewi menyirami batang kemaluannya, Handoyo merasakan dinding vagina Dewi berdenyut dengan kuat, dia merasakan batang kemaluannya diremasremas oleh dinding vagina Dewi, sementara otototot dinding vaginanya berdenyut, otototot lubang anusnyapun ikut berdenyut, Guntoro merasakan hal yang sama, dia merasakan kemaluannya juga diremasremas oleh dinding lubang anus Dewi.

hehehehehepuas bu..di entot kami, enak yach bu dientot oleh kami berdua. Sampai ibu ngecret duluan.hehehehehe, kata Handoyo sambil tertawa puas melihat Dewi mencapai orgasme terlebih dahulu.
Hanhabis ini gantian dong, gua pengen nyobain lobang memeknya nich, Guntoro berkata pada Handoyo sambil merasakan denyutan lubang anus Dewi.
Beres.kita tukeran, ntar tunggu bu Dewi tuntas dulu orgasmenyakasihan..pasti dia jarang dapat kepuasan, hehehehhe. Jawab Handoyo.

Terlihat tubuh Dewi terdiam, yang terlihat hanyalah dadanya yang bergerak naik turun seiring dengan nafasnya yang masih memburu, melihat itu Handoyopun dengan gemas menerkam payudara Dewi, mulutnya dengan penuh nafsu dan gemas menciumi kedua payudara Dewi silih berganti, kedua payudara Dewipun dikenyotkenyotnya dengan rakus, kedua putingnya yang sudah sangat keraspun tak luput dari jilatan lidahnya, Dewi hanya bisa mendesah lirih menerima serangan Handoyo di kedua payudaranya itu.

Guntoro yang mendengar Dewi mendesah lirih dan melihat temannya sedang asyik mengenyoti payudara Dewi menjadi tidak sabar, diapun mencabut penisnya dalam jepitan lubang anus Dewi, Dewi merasa kehilangan sesuatu saat Guntoro mencabut penisnya itu, Guntoro lalu duduk disofa dengan posisi sedikit rebahan, pantatnya hanya menempel di pinggiran sofa, dan

Ayo Han, cepatlah gua udah pengen nyobain vaginanya Bu Dewi nich, serunya pada Handoyo.

Handoyopun dengan tak rela menghentikan kenyotannya pada payudara Dewi, diapun mencabut penisnya di jepitan vaginanya Dewi dan menurunkan tubuhnya Dewi, diapun lalu membimbing Dewi kearah sofa dimana Guntoro sedang menantikan untuk menikmati lubang senggamanya Dewi.

Dewipun mengikuti kehendak kedua orang ini, diapun mulai memposisikan tubuhnya diatas tubuh Guntoro, kedua kakinya berdiri mengangkangi kedua paha Guntoro, Guntoro memegangi batang kemaluannya, lalu Dewi mulai menguakkan lubang senggamanya, dan dengan perlahan dia menurunkan pantatnya, Guntoro melihat betapa merahnya lubang vagina Dewi itu, ssssllllleeeeeeeppppp..blleeeeeeeesssssssss..den gan cepat dan tepat kemaluan Guntoro menyeruak masuk kedalam lubang senggama Dewi tanpa halangan berarti seiring dengan turunnya pantat Dewi menduduki pahanya Guntoro.

Ooooooooohhhhhhhhhhhhh keduanya melenguh bersamaan saat kedua kemaluan mereka beradu.
Oooppppssss.tahantahanjangan goyang dulu Bu, saya mau masukkan kontolku nich ke bool ibu, hehhehehesaya juga pengen nyobain ngentot boolnya nich seru Handoyo.

Dewipun mendiamkan pantatnya, kedua kakinya dia letakkan disamping kiri dan kanan pinggul Guntoro, dan mencondongkan tubuhnya ke depan sehingga kedua payudaranya mendekati wajah Guntoro, Guntoro tidak mau menyianyiakan kesempatan itu, mulutnya mulai mengenyotngenyot kedua payudara Dewi tersebut, dan kedua tangannyapun tak ketinggalan untuk meremasremas kedua payudara Dewi. Handoyopun dengan segera mengarahkan penisnya ke lubang anus Dewi, dia selipkan kepala penisnya di lubang anus Dewi ssssleeeeeeppp. setelah itu dengan sekali hentakan dia hujamkan kemaluannya kedalam lubang anus Dewi ituBbbbbllleeeesssss .penisnya terbenam seluruhnya di dalam lubang anus Dewi.

Oooooooohhhhhhhhhh.. Handoyo dan Dewi melenguh bersamaan.
Wwuuuiihhbener kata loe Gun, masih rapet boolnya bu Dewi, kata Handoyo.
hhhhhmmmmssslrrrrppp.hhhmmmmssslllrrrppppmemeknyahhhmmm..jugahhmmmmslllrrrppp, gumam Guntoro ditengah kesibukannya mengenyotngenyot payudara Dewi.

Kedua tangan Handoyo yang memegangi pinggang Dewi mulai bergerak, pinggang Dewi mulai ia dorong dan tarik, sehingga kedua kemaluan yang sedang menyumpal kedua lubang Dewi, mulai bergerak dengan sendirinya keluar masuk di dalam lubang vagina dan anus Dewi, desahandesahan nikmat kembali terdengar dari mulut mereka bertiga.

Ooooohhssshhaaahh..teruuussskenyotterus..entot aku..ooohhh..buat aku puas lagiooohhhssshhaahhhsshhhaahhhsshhhaaahhh, Dewi mendesah.
Enaakkkbenerbener rapet nich memek bu Dewi..ooohhhseperti perawan tingting..ooohh.aaahhh.kontolku kejepit sekali. Guntoropun mendesah.
IyaaahhhGungua juga enaaak..nichkontolkukejepit boolnya. Desah Handoyo.
Oooouuugghhhremaaasss..payudarakuooouuugghhhhisaa appptokedkuentot aku oooouuugghhhssshhh.aaahhyaaaahhhyang dalam..tekan lagi yang dalam ooougghhhh.ssshhhaaaahhh.yang kuat.neteknya dongooouugghhssshhh..aaah teruuusss.teruuusss.oooouugghh erang Dewi menikmati kedua batang kemaluan Handoyo dan Guntoro yang keluar masuk di kedua lubangnya dan permainan mulut Guntoro di kedua payudaranya.

Walaupun merasa heran dengan kuatnya kedua lelaki ini menggenjot dirinya, Dewipun menikmati sodokansodokan kemaluan mereka di kedua lubangnya, kedua kemaluan mereka berdua menghantam dengan kuat dan dalam di kedua lubangnya, belum lagi permainan mulut dan tangan Guntoro di kedua payudaranya yang begitu rakus menghisap, menjilat dan meremasremas, desahandesahan Dewi terus menerus keluar dari mulutnya.

Dewi betulbetul puas dengan permainan kedua orang ini, walaupun postur tubuh mereka yang jauh dari kata idaman, tetapi stamina mereka dalam menggenjot kedua lubangnya sehingga membuat dia puas dan nikmat, dan yang paling utama dia berhasil mencapai orgasmenya terlebih dahulu sementara mereka berdua belum mencapai orgasmenya, kedua batang kemaluan mereka masih sangat tegang dan sangat keras, kedua kemaluan mereka masih kuat mengobrakabrik kedua lubangnya sehingga membuat dia mendesahdesah keenakan.

Handoyopun semakin cepat menarik dan mendorong pinggang Dewi, sehingga membuat penisnya dan penis Guntoro semakin cepat keluar masuk di kedua lubang Dewi, diapun menghujamkan penisnya ke lubang anus Dewi dengan kuat dan keras saat tangannya menarik pinggang Dewi, sehingga selangkangannya beradu dengan kedua bongkah pantat Dewi dan membuat Dewi mengerang merasakan penisnya Handoyo menyodok kuat di lubang anusnya, Guntoropun tak mau ketinggalan diapun mengangkat pantatnya keatas saat Handoyo menarik pinggangnya Dewi, Dewi merasakan nikmat yang luar biasa saat kedua kemaluan kedua lelaki itu menghujam dalamdalam di lubang kenikmatannya dengan keras dan kuat.

Oooouuugghhhh.enaaakk tekan.lagi..ooouugghh..yang kuatyang dalamyang kuat teruusss.. ooouugghhhsshhhaahhhsshhhaahhh erang Dewi.
Nikmaaattt.Ooouuggghhkontolkontol kalian sungguh nikmaaattoouugghhhhhh sshhhhhaaahhh.enaaakkknyadientot kalianoouugghhssshhhaahhhterus.

Puaskan..aku..terusooouuugghhaaahhhsshhhaaahhh ooouugghhhaahhh, erangan Dewi terus menerus terdengar.

Lamalama diserang terus menerus seperti itu Dewipun tidak dapat menahan lagi orgasmenya, puncak kenikmatan untuk kedua kalinya akan ia rengkuh, tubuhnya mulai terlihat mengejangngejang, nafasnya memburu.

Sshhhhaaacchhhssshhhaachhhaakkuuu..tidak tahan lagi..ooouugghhaku mau keluar lagiooouugghhhsshhhaaacchhhenaaakkkooouuugghh hlebih cepat ooouuuggghhsshhhaachhh rintih Dewi.
Sebentar..butahan..sebentarlagiiooohhhakuu..juga mau ngecretnichooohh, Handoyo mengerang.
Iyaaaaahhhoohhh..aku..juga..maukeluaaarrooohhh nikmatooohhh..bukeluar dimana nichhooohhhaku..juga..sudah..tidak..tahan Guntoro mendesah.
Ooooouuuggghhhhssshhhdidalam..memekkusajaaaa .ooohhhaku..pengen.ngerasain hangatnya pejuhmuooouugghhh.aaachhh..aakuukeluaaaaaaarrrr rrr ooouuuggghhhhnikmmaaaaatt.aaaachhh.aaachhhh.. Dewi melenguh panjang menyambut puncak kenikmatannya.

Sssssrrrrrsssrrrr.sssrrrr.sssrrrrsssssrrrrr ..vaginanya menyemburkan lahar kenikmatannya.

aakkuuujugaaaaaaangeeeccreeeetttnichoooohhhhh .. Handoyopun ikutan melenguh saat penisnya memuntahkan air pejuhnya.

Crreeeeettttcccreeeett.ccreeettttcreeettt.pejuh Handoyo membasahi lubang pantat Dewi.

Buuuu.Dewwiiiiooohhhterimaaaanichh..pejuhku u.ooooohhh..enaaakkkk nikmaaaattt
Guntoropun melenguh berbarengan dengan memuntahkan cairan maninya di dalam vaginanya Dewi.

Creeeeettcreeeetttcreeettttcreeettt.creettt.air maninya membasahi rongga senggama Dewi.

Terlihat ketiga tubuh mereka kelojotan saat menyambut puncak pendakian mereka, kemaluan mereka saling menyemburkan lahar kenikmatannya, saling membasahi dan membanjiri, sperma Handoyo membanjiri lubang anus Dewi, batang kemaluannya berdenyutdenyut, Handoyo merasakan dinding lubang anus Dewi berdenyut juga, Dewi merasakan batang kemaluan Handoyo berdenyutdenyut pada dinding anusnya, sementara Guntoro juga merasakan dinding vagina Dewi berdenyut sangat kuat dan dia merasakan batang kemaluannya hangat oleh siraman lahar kenikmatan Dewi, Dewi merasakan betapa hangatnya air mani Guntoro yang menyemprot di dinding rahimnya dan kedutankedutan kemaluan Guntoro saat menembakkan air maninya dia rasakan pada dinding vaginanya.

Perlahan tapi pasti kedua kemaluan Handoyo dan Guntoro mulai menciut setelah tuntas melepaskan semua air maninya, dan terlepas dari jepitan kedua lubang Dewi, mereka berdua merasa lemas dan puas, setelah lepas dari himpitan mereka berdua dan kemaluan mereka berdua telah terlepas dari kedua lubangnya, Dewi melihat dan merasakan cairan mani mereka berdua mengalir keluar dari kedua lubangnya dan menetes di atas sofa kulitnya.

Handoyo mengambil dokumen yang tadi dia dan Guntoro sudah tanda tangani dan menyerahkan ke tangan Dewi, dan mengucapkan selamat atas keberhasilan perusahaan Dewi mendapatkan trender proyek tersebut, disambut oleh senyum manis Dewi yang merasa puas karena memenangkan tender tersebut dan mendapatkan kepuasan dari kemaluan mereka berdua.

Post Terkait