Bercumbu Dengan Tukang Sayur - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Wisatalendir
56533
post-template-default,single,single-post,postid-56533,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge
Cerita dewasa

Bercumbu Dengan Tukang Sayur

Cerita dewasa – Namaku Killa, sehabis lulus smu aku dinikahkan orang tua ke temen orang tuaku. Udah agak berumur si, namun suamiku tersebut tampan. Tajir karena meiliki sejumlah perusahaan yang sukses dalam bisnisnya. Dan juga sangat workaholik. Aku sangat merasakan kehidupan cerita panas seks ku dengan suami saat berbulan madu. Suamiku mengerjakan aku setiap ketika dia bernapsu, namun begitu pulang ke dunia nyata. Diapun pulang ke kebiasaannya yakni workaholik, dia paling sibuk ngurusi seluruh perusahaan. Aku secara pelajaran berkecukupan, namun secara batin paling kesepian. Apalagi aku menikah masi usia belasan dan ini tahun pernikahanku yang kedua.

Aku memang menuruti apa kata orang tuaku sehingga saat dijodohkan ya iya aja. Kebetulan aku semenjak kecil suka ikut masak sama ibuku sampai-sampai kebiasaan tersebut, terbawa sampe kini walaupun aku masak melulu untuk diriku sendiri kerna suami gak pernah santap dirumah. Pulang tidak jarang kali sudah larut malem sampai-sampai dah cape dan gak terdapat niat menyentuh aku. Kalo weekend dan dia terdapat dirumah, kami selalu santap diluar. Itupun jarang kami bermesraan karena abis santap malem seringkali dia tenggelam dengan kerjaannya. Sampe aku tertidur duluan dan dia nyusul karena sudah ngantuk berat.

Karena aku sangat menyukai makanan yang segar makanya aku nunggu tukang sayur aja jika ingin memasak. Aku si gak punya langganan tukang sayur yang tetep. Tapi sebuah pagi kuliat terdapat tukang sayur yang lagi berdiri didepan rumahku. Dia menghadap ke rumahku, rupanya dia lagi kencing.

Aku kaget liat kontolnya, item besar panjang sebenarnya lagi gak ngaceng. Apalagi kalo ngaceng, kaya apa gedenya. membayangkan tersebut aku jadi mengkhayalkan cerita panas dewasa dan seketika memekku jadi basah. Karena gak mau mempermalukan si tukang sayur, aku nunggu dia selesai pipis baru kluar rumah. Wajah Bapak itu tampangnya kaya orang timteng, pantes kontolnya gede panjang gitu, tapi dialek ngomongnya sunda pisan. Ku panggil ja mamang.

Baca Juga: Cerita Dewasa – Pelajaran Cara Ngentot Dari Tanteku

“Mang orang sunda ya, atau orang arab”.
“Bapak saya arab namun ibu sunda pisan neng, mengapa nanya gitu”.
“Gak apa, iseng ja nanya mang”.
Aku beli sejumlah sayuran dan dia nawarain nanas jualannya. Kubilang aku males ngupasnya, trus dia jawab nanti dia kupasin, hanya sehabis dia dagang nanti dia balik lagi. Wah peluang ni, pikirku. Kali2 dapat nikmati kontol jumbonya, pikiran aku jadi ngeres mengkhayal cerita panas karena masih terbayang akan kontolnya yang besar panjang dalam suasana lemes gitu.

“Ya boleh deh bang, nanasnya aku ambil semua, namun bener ya nanti mamang balik lagi bikin ngupasin nanasnya”.

Setelah transaksi selesai aku pun masuk ke rumah untuk memilih sayur yang telah kubeli dengan yang ada di lemari es. Sampai-sampai tersajilah sejumlah lauk untuk aku santap siang dan santap malem, nasi masih ada sisa kemaren sehingga lumayan dihangatin saja. Makan siang sudah habis dia masih belum datang juga tak lama aku pun tertidur. Sampai aku bangun rasanya gak ngedenger terdapat orang ngetok pintu pagar. Aku mandi, saat ditengah acara cuci rambut tersiar ada bel berbunyi. Wah nanggung ni, cuci rambut belum beres tapi dia sudah datang. Ku balut tubuhku pake jas kamar dan membalut rambutku dengan handuk. Aku gak pake apa2 dibalik jas kamar. Ikat pinggang ku ikatkan asal aja sampai-sampai bagian dada tersingkap bila ku bergerak. Aku pergi membuka pintu pagar dan segera masuk rumah. Kuminta dia mengunci pintu pagar dan kupersilahkan dia masuk langsung ke dapur lokasi aku menempatkan nanas yang tadi kubeli.

Ku lihat dia Rapi gak acak2an kaya masa-masa dagang tadi. Rambutnya pun rapi disisirnya, kayanya dia dah mandi dulu sebelum ke tempatku. Biar tukang sayur dia lumayan kerenlah sebagai lelaki. Matanya membelalak meliat aku yang hanya terbungkus jas kamar yang mini banget. Dadaku tersingkap lumayan lebar kerna ikatan dipinggang longgar aja, sampai-sampai belahan toketku nampak. Biar aja deh dia napsu sama aku, kali saja dia ingin bercumbu dan membuat cerita panas dewasa dengan aku sesudah beres bahas nanasnya. Aku balik ke kemar mandi untuk menyelesaikan acara keramasku. Aku jadi horny sendiri, sambil mandi aku menggosok toketku sampai pentilku mengeras. aku ngilik itilku sendiri sampe aku klimaks. Aku kaget karena lumayan lama aku mandi, sampai tak ingat si tukang sayur lagi motongin nanas.

Segera aku menggunakan daster tanpa daleman sama sekali dan keluar.
“Sori ya mang, lama ya, sekalian nyuci sih”, kataku.
“Nyuci apaan neng, kan terdapat mesin cuci”.
“nyuci yang gak dapat pake mesin cuci. Dah beres ya mang ngupasnya”, kataku.
“Udah neng, tinggal dipotong kecil aja kalo mau dimakan, Mau sekalian dipotong2”.
“Gak usah deh mang, biar nanti ku potong sendiri kalo mo dimakan”.
“Perempuan kan gak boleh makan nanas banyak2 neng”.
“Mangnya mengapa mang”.
“Bisa becek”, jawabnya seraya nyengir.
“becek apanya mang”, tanyaku pura2 gak ngerti.
“Anunya neng yang becek jadi nanti ga seret lagi”.
“Apanya atuh yang becek masss?? terus yang seret itu apa ?” aku masi terus bersandiwara.

Dia terus memandangi toketku serta pentilku yang agak menjiplak di dasterku. Aku hanya mengenakan daster mini, sampai-sampai paha mulusku menjadi tersingkap. Matanya bergantian mencari dada dan pahaku.

“Ih mamang matanya jelalatan gitu”.
“Bisnya neng ngasi liat gitu si”.
Wah hal tersebut yang kutunggu2, aku jadi nunggu aja ni apa perbuatan dia lebih lanjut. Aku memasukkan nanas yang telah dikupas ke lemari es, lantas menarik tangannya guna duduk di sofa dan pada saat itulah cerita panas dewasa ku dengan tukang sayur dimulai.

Ketika duduk dasterku naik keatas. Aku membiarkan saat tangannya ditaruh perlahan didengkulku. Dia mulai mengelus2 pahaku. Semakin lama elusannya kian keatas, dasterku disingkapnya sampai-sampai pahaku terkespose semuanya. Elusannya menuju selangkanganku, aku mengangkangkan pahaku secara otomatis. Ketika jarinya mulai membelai memek dari luar cdku, aku melenguh nikmat.

“maaang”.
“Napa neng”, katanya sambil menghirup pipiku.
“Geli mang”. Elusannya menjadi gerakan mencongkel.
Memekku basah dengan sendirinya dan nyerep ke cdku, lalu itilku menjadi sasaran berikutnya.
“Neng dah basah gini, kamu dah napsu ya”, sambil dia menghirup pipiku.
“Mamang badung sih tangannya”, jawabku manja.

Akhirnya dia menghadapkan tubuhnya ke arahku. kurasakan bibirnya telah menyentuh leherku, terus menyusur ke pipiku. Tubuhnya bergeser merapat, bibirku dilumatnya dengan napsu. Kunikmati lidahnya yang mengembara di mulutku. Kurasakan tangan besarnya membuka kancing daster ku dan lantas menyelusup kedalam dan meremas toketku. Toketku tercakup seluruhnya dalam tangannya. Aku rasanya telah tidak kuat menyangga gejolak napsuku, sebenarnya baru mulai pemanasan. Bibirnya mulai meneruskan jelajahannya, sambil mencungkil dasterku, leherku dikecup, dijilat kadang digigitnya. Aku pun mengangkat tanganku keatas untuk mempermudah dia melepas dasterku.

Tangannya terus meremas-remas toketku. Bibirnya terus menelusur di permukaan kulitku. Dan mulai pentil kiriku tersentuh lidahnya dan dihisap. Terus pindah ke pentil kanan. Kadang-kadang seolah semua toketku bakal dihisap. Dan tangan satunya mulai turun dan memainkan puserku, terasa geli namun nikmat. Napsuku kian berkobar karena elusan tangannya. Kemudian tangannya turun lagi dan menjamah selangkanganku. memekku yang tentu sudah basah sekali. Dibelainya celah memekku lagi dengan perlahan. Sesekali jarinya menyentuh itilku. Bergetar seluruh rasanya tubuhku, CD ku yang telah basah tersebut mulai dilepaskannya.

Aku menaikan pantatku supaya dia dapat melepas pembungkus tubuhku yang terakhir. Jarinya mulai sengaja memainkan itilku. Dan sesudahnya jari besar tersebut masuk ke dalam memekku. Ouugh enaknya dia terus menghisap dan menjilati kedua pentil toketku secara bergantian. Dan akhirnya sampailah ke memekku. Kali ini diciumnya jembutku dan aku rasakan bibir memekku dimulai dengan dua jari. Sesudahnya kembali memekku dimainan oleh bibirnya. Kadang bibirnya dihisap, kadang itilku.

Tetapi yang membuat aku tak tahan pada saat lidahnya masuk ke salah satu kedua bibir memekku seraya menghisap itilku. Dia benar benar mahir memainkan memekku. Hanya dalam 3 menit aku benar-benar tak tahan. Dan.. Aku mengejang dengan sekuatnya aku berteriak sambil menaikan pantatku agar merapatkan itilku dengan mulutnya, kuremas-remas rambutnya. Dia terus mencumbu memekku, rasanya belum puas dia memainkan memekku sampai napsuku benar-benar bangkit.

“Mamang pinter banget ngerangsang aku. Biasanya sama siapa mang maennya. Aku telah pengen dientot.” kataku memohon sambil kubuka pahaku lebih lebar.

Dia tidak menjawab, bangkit dan menaikan badanku yang telah lemes dan dibawanya ke kamarku. Aku dibawa ke ranjang dan dia mulai membuka bajunya, lantas celananya. Aku terkejut menyaksikan kontolnya yang besar dan panjang nongol dari atas CD-nya. Kemudian dia pun melepas CD nya. Sementara aku dengan berdebar terbaring menantikan dengan semakin berharap kontolnya yang besar dan panjang dan telah maksimal ngacengnya, tegak nyaris menempel ke perut. Aku merinding apakah muat kontol segitu besarnya di memekku.

Pelan-pelan dia menindihku, aku membuka pahaku kian lebar, rasanya tidak sabar memekku menantikan masuknya kontol extra gede itu. Aku pejamkan mata dan dia mulai mendekapku sambil terus menghirup bibirku, kurasakan bibir memekku mulai tersentuh ujung kontolnya. Sebentar diusap-usapkan dan pelan sekali mulai kurasakan bibir memekku tersudut menyamping. Terdesak kepala kontolnya yang besar itu. Ohh, benar benar kurasakan seret dan sesak liang memekku ditembus kontolnya. Aku menyangga nafas dan merasakan nikmat yang sangat luar biasa. Mili per mili. Pelan sekali terus masuk kontolnya. Aku mendesah tertahan sebab rasa nikmatnya. Terus.. Terus.. Akhirnya ujung kontol tersebut menyentuh sedikit bagian dalam memekku. Terasa paling mengganjal sekali rasanya, besar, keras dan panjang. Dia terus menciumi bibir dan leherku. Tangannya tak henti-henti meremas-remas toketku. Tapi fokus kenikmatanku tetap pada kontol besar yang mulai dienjotkan halus dan pelan.

Aku memang memiliki nafsu yang cepat sekali naik. Nafasku cepat sekali memburu, terengah-engah. Aku benar benar menikmati nikmat spektakuler merasakan gerakan kontol besar itu. Maka dalam waktu yang singkat aku sudah tidak tahan dan dia tahu bahwa aku semakin hanyut. Maka semakin gencar dia melumat bibirku, leherku dan remasan tangannya di toketku makin kuat. Dengan sodokan yang agak keras dari kontonya hingga tersentak ke itilku. Aku menggelepar, tubuhku mengejang, tanganku memegang erat kuat-kuat dirinya. Memekku menegang, berdenyut dan memegang erat kuat-kuat, benar-benar puncak kesenangan yang luar biasa.

Aku tak ingat apa-apa lagi kecuali kesenangan dan kenikmatan. Aku uda mau keluar nih maaanggg aahahhhhhhh. Setelah selesai, pelan pelan tubuhku lunglai, lemas. Setelah dua kali aku nyampe dalam masa-masa relatif singkat, tetapi terasa nyaman sekali, Dia mengelus rambutku yang basah keringat. Kubuka mataku, Dia tersenyum dan menciumku penuh napsu, tak henti-hentinya toketku diremas-remas pelan. Tiba tiba, serangan cepat bibirnya melumat bibirku powerful dan diteruskan ke leher serta tangannya meremas-remas toketku lebih kuat.

Napsuku naik lagi dengan cepat, ketika kembali dia mengenjotkan kontolnya semakin cepat. Uhh, sekali lagi aku nyampe dan pulang aku berteriak lebih keras lagi. Dia menyodok-nyodokan kontolnya ke memeku dengan begitu semangat sampai dia pun mulai mencapai puncaknya. Satu tangannya memegang erat lenganku dan satunya memegangi toketku. Aku kian meronta-ronta tak karuan. Puncak kenikmatan dibuntuti semburan peju yang powerful di dalam memekku, menyembur berulang kali.

Oh, terasa tidak sedikit sekali peju kental dan hangat menyembur dan mengisi memekku. Hangat sekali dan terasa sekali peju yang terbit seolah menyembur laksana air yang menyemprot kuat. Setelah selesai, dia memiringkan tubuhnya dan tangannya tetap meremas lembut toketku sambil menghirup wajahku.

“Neng luar biasa, memeknya peret dan nikmat sekali. Gak apa kan aku ngecret didalem”, pujinya sambil mengelus dadaku.
“Gak apa kok mang, lebih nikmat lagi kesemprot peju anget. Mamang pun hebat. Bisa membuat aku nembak berkali-kali, dan baru kali ini aku bisa nembak dan menikmati kontol raksasa. Hihi..”
“Jadi neng suka dengan kontolku?” godanya seraya menggerakkan kontolnya dan membelai usap wajahku.
“Ya mas kontolnya enak banget uda keras, panjang, gede lagiii..” jawabku jujur.

Dia memang paling pandai memperlakukan wanita. Dia tidak langsung menarik keluar kontolnya, tapi justru mengajak membual sembari kontolnya kian mengecil. Dan tak henti-hentinya dia menciumku, mengelus rambutku dan sangat suka mengelus toketku. Aku menikmati pejunya yang bercampur dengan cairan memekku mengalir keluar. Setelah lumayan mengobrol dan saling membelai. Pelan-pelan kontol yang sudah menghantarkan aku ke awang awang itu ditarik keluar sambil dia menciumku. Tak lama tertidurlah aku dalam pelukannya. Merasa nyaman dan benar-benar aku terpuaskan dan menikmati apa telah terjadi. Begitulah cerita panas tentang pelayanan seks yang kudapatkan dari tukang sayur pada siang yang sejuk itu.