Belajar Sex - Cerita Dewasa - Cerita Sex Panas - Cerita Sex - Wisatalendir
14252
post-template-default,single,single-post,postid-14252,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,no_animation_on_touch,qode-title-hidden,qode_grid_1300,qode-theme-ver-11.1,qode-theme-bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-5.1.1,vc_responsive
Cerita Dewasa

Belajar Sex

Kejadian ini nyata kualami yang terjadi antara aku dan kakak sepupuku yang bernama kak Lina. Menurutku kak Lina orangnya sangat cantik dan seksi. Waktu itu aku masih duduk dibangku SMA kelas 1, dimana saat itu aku masih terlihat sangat polos. Sedikit aku ceritakan tentang diriku. Aku memiliki tubuh kekar, TB 165cm, kulit sawo matang dengan wajah pas-pasan. Sedangkan kak Lina orangnya cantik, putih, body langsing ditambah lagi lesung pipinya yang membuat semakin terlihat manis.

Pada saat itu sedang liburan sekolah. Aku dan keluarga berlibur di kampung halaman yang berada di Sumut tepatnya di kota PS. Ini merupakan liburan yang kesekian kalinya di PS. Seperti biasanya kalo sampai di kota tersebut kami dijemput sama paman dan bibik yang kebetulan tinggal di kota tsb dan biasanya kami akan menginap dulu di rumah mereka baru nanti menuju ke desa nenekku yang jaraknya masih 2jam dari kota PS.

Aku sangat senang kalo diajak menginap di rumah mereka karena rumahnya sangat mewah. Sekilas tentang keluarga pamanku, mereka berdua adalah seorang pengusaha yang sukses. Mereka memiliki seorang anak yang sudah kuliah orang itu yang kusebut dengan kak Lina.

Setibanya di rumah pamanku, aku agak kecewa karena di rumah tak ada siapa-siapa, kebetulan kak Lina sedang di kampus yang jaraknya lumayan jauh dengan rumah bibi. Padahal aku sangat kangen sekali sama kak Lina. Tapi untungnya aku lagi hoki, tiba-tiba bibiku menelpon kak Lina dan bilang kali kami lagi berada di rumah mereka. Spontan kak Lina kaget karena sebelumnya ayahku ga ngasih kabar dulu kalo mau pulkam. Mendengar itu kak Lina langsung bilang kalo dia akan pulang ke rumah hari itu juga. Kebetulan kami tadi nyampe di rumah bibiku pukul 6 pagi jadi masih bisa ketemu sama kak Lina pada hari itu juga.

Baca Juga: Cerita Dewasa – Perawan Adik Iparku

Tak sabar aku untuk segera bertermu dengan kak Lina. Sambil menunggu kedatangannya aku segera mandi dan bersih-bersih dulu supaya kelihatan segar dan tampan. Selesai mandi aku ketiduran sekitar hampir jam 2 siang tiba-tiba ada yang membangunkanku,

“Sek..dek bangun donk udah siang makan dulu yuks kamu ga kangen apa sama kakak?”

Kaget setangah mati aku dibuatnya, ternyata yang membangunkanku adalah kak Lina, spontan aku langsung bangun sambil mengusap-usap mukaku yang sembab.

Lina : “Cuci muka dulu sana” kata kak Lina.
Aku : “Iya kak…kapan kakak datang?” kataku.
Lina : “Udah sekitar satu jam yang lalu” jawabnya.

Sesudah cuci muka aku kembali ke tempat tidur dan berbincang dengan kak Lina
Aku : “Emang kuliahnya ga libur ya kak?”
Lina : “Libur sih dek, tapi kakak masih ada kegiatan. Berhubung kakak tau kamu sama paman datang jadi kakak bela-belain pulag deh”
Aku : “Itu baru baru kakakku, jadi aku kan ada yang nemenin main disini…hehehhe…”
Lina : “Dasar kamu, main terus yang dipikirkan…ya udah yuk kita turun makan bersama”

Aku dan kak Lina turun menuju meja makan.
Aku : “Yang lain pada kemana kak, kog sepi?”
Lina : “Oh mereka lagi pada pergi jalan-jalan, kakak disuruh di rumah untuk nemenin kamu…ya udah kita makan yuk kakak udah laper nih”
Aku : “Selesai makan kita ngapain kak, masak mau tidur lagi bosen donk”
Lina : “Gimana kalo kita main video game aja”
Aku : “Wah setuju banget kalo gitu”

Kupercepat makanku, selesai makan langsung aku pergi ke depan Tv lalu membuka video game.
Aku : “Kak, aku main dulu yahh”
Lina : “Iya dek, kakak cuci piring dulu ya, kamu bisa nyalain video game nya kan?”
Aku : “Iya kak bisa”

Saat aku mau nyalakan Tv tiba-tiba listrike mati. Sial umpatku dalam hati.

Aku : “Kak mati listrik ya?”
Lina : “Ga tau dek, biar kakak cek dulu”
Kak Lina pun langsung melihat meteran listrik ternyata benar listriknya mati.

Lina : “Iya dek mati listriknya…yeaaah kamu ga jadi ngegame donk”
Aku : “Payah”
Lina : “Ya udah sabar aja mungkin bentar lagi nyala”

Aku pun lantas kembali ke lantai atas untuk tidur lagi dengan muka kecewa. Kemudian kak Lina menghampiriku. Dia membujukku agar aku mau menemaninya ngobrol. Aku yang sudah terlanjur kecewa memilih untuk tidur. Tak lama kemudian bibi dan orangtuaku datang dari jalan-jalan. Akupun langsung turun menemui mereka.

Singkat cerita hari sudah menjelang malam kami semua bersiap untuk makan malam. Kak Lina dipanggil disuruh untuk menyiapkan makanannya. Seturunnya kak Lina dari lantai atas dia melirikku seakan ada sesuatu yang ingin dia sampaikan. Selesai makan kami ngobrol di ruang tamu, lalu ayahku menyuruh kak Lina untuk mengajariku bahasa inggris karena kak Lina sangat pandai bahasa inggris.

Awalnya aku menolaknya karena bosanlah belajar terus pikirku. Tapi mengingat ada sesuatu yang kayaknya akan disampaikan kak Lina ke aku akhirnya aku bersedia. Kami belajar di kamar kak Lina, kami belajar tanpa ada obrolan yang lain apalagi kak Lina tidak menunjukan akan berbicara sesuatu padaku. Kog kak Lina jadi aneh ya sama aku kataku dalam hati, tapi ah bodo amat pikirku.

Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 8 malam, aku meminta kak Lina untuk menyudahi belajarnya.

Aku : “Belajarnya udahan ya kak, aku mau ngegame nih tadi siang kan mati lampu lagian besuk aku juga udah ke rumah nenek ga bisa ngegame lagi.
Lina : “Ya udah sana kakak juga mau mandi dulu”
Aku : “Makasih kak” sambil berlalu menuju ruang keluarga.

Saking asyiknya ngegame ternyata sudah jam 11 malam, yang lain udah pada tidur sementara aku masih asyik sama video gameku. Lagi asyik-asyiknya main tiba-tiba kak Lina keluar dari kamarnya dia berjalan menuju dapar. Kusempatin untuk melirik kak Lina yang hanya pake daster pendek. Terlihat sangat seksi sekali. Kak Lina memasak mie instan kelihatannya dia kelaparan. tapi aku pura-pura tek mempedulikannya.

Selang beberapa menit kak Lina datang menghampiriku sambil membawa 2 mangkok mie instan yang dibuatnya tadi dan percakapan pun dimulai,

Lina : “Nih dek, kakak buatin mie pasti kamu laper kan dari tadi ngegame aja”
Aku : “Makasih kak”
Lina : “Kamu kog belum ngantuk sih dek”
Aku : “Iya kak kan tadi siang aku tidur terus jadi jam segini ya belum ngantuk”
Lina : “Tapi ingat waktu juga donk”
Aku : “Terus kakak sendiri kog belum tidur juga?”
Lina : “Hehehe sebenernya kakak habis liat film yang begituan”
Aku : “Film porno maksudnya?”
Lina : “Iya”

Aku pun terdiam sambil makan mie instan. Kebetulan saat itu kak Lina duduk dikursi sedang aku duduk lesehan. Duduk kak Lina agak ngangkang jadi tampak jelas di depan mataku isi selakangannya. Paha putih mulus dan ditumbuhi bulu-bulu halus, sampai mentok aku melihat yang membuatku penasaran. Nampak olehku kak Lina memakai CD berwarna hitam.
Pikiraku jadi kemana-mana membayangkan film porno yang pernah aku liat. Entah setan mana yang merasuki pikiranku.
Dan kemudian kak Lina menyadari kalo aku melirik kearah selakangnya lalu dia merapatkan duduknya.

Lina : “Makannya udah, sini mangkuknya biar kakak cuci sekalian”
Aku : “Su…sudah kak” (jawabku gagap karena malu ketahuan mengintip isi selakangannya)

Lalu aku mematikan video gamenya dan langsung menuju ruang tamu. Aku berniat untuk tidur di ruang tamu yang sepi sambil membayangkan isi selakangannya kak Lina. Tapi kemudian kak Lina menghampiriku.

Lina : “Kog tidur disini dek?”
Aku : “Iya kak disini adem”
Lina : “Oya kakak mau nunjukin kamu sesuatu tunggu sebentar ya”
(Aku jadi penasaran) tak lama kemudian kak Lina kembali ke ruang tamu.
Lina : “Ni dek coba kamu liat.
Aku : “Kog ditunjukin sama aku kak” (kak Lina menunjukan foto gambar orang berpasangan sedang ciuman mesra)
Lina : “Kamu udah pernah ciuman belum? oya kamu udah punya pacar?”
Aku : “pacar sih punya kak tapi belum pernah ciuman, ga berani takut digampar…hahaha…emang kakak udah pernah?”
Lina : “Udah tapi udah lama banget waktu itu sama pacarku tapi sekarang kakak lagi jomblo 5 bulan dek jadi ga pernah ciuman lagi”
Aku : “Emang pacaran harus ciuman ya kak?”
Lina : “Ga harus sih tapi cwe itu seneng kalo cium sama pacarnya”
Aku : “Masak sih kak, jadi aku harus nyium cweku gitu?”
Lina : “Iya donk biar dia seneng, tapi kamu udah tau caranya belum?”
Aku : “Belum kak, kan belum pernah”
Lina : “Mau kakak ajarin?”
Aku : “Ga ah masa sih diajarin sama kakak sendiri ga enaklah entar kalo ketahuan ortu bisa gawat”
Lina : “Halah kamu sok jual mahal dek padahal kakak tau kalo kamu pengen banget lagian tadi kamu ngintipin paha kakak kan?”
Aku : “Hehhe…iya maaf kak”
Lina : “Udah gapapa, gimana nih mau ga kakak ajarin”
Aku : “Iya deh”

Kak Lina langsung mendekatkan wajahnya dan menciumi bibirku. Perlahan-lahan dia membuka sedikit bibirnya membiarkan mulutku masuk ke dalam mulutnya lalu dia menjulurkan lidahnya memainkan lidahku. Spontan kupegang kepala kak Lina lalu kulumat habis mulut dan lidahnya sehingga mulut kami saling berpaut. Cukup lama kita berciuman, kak Lina memelukku membiarkan dadanya tersentuh tubuhku.

Kemudian kubaringkan tubuh kak Lina di sofa, aku mulai meremas kedua toketnya ternyata kak Lina membiarkan toketnya kuremas-remas. Aksiku kulanjutkan dengan menarik keatas dasternya dan melepaskan BHnya. Baru kali ini aku melihat langsung toket dan puting biasanya aku hanya melihat di layar kaca. Kudengar nafas kak Lina sudah mulai tak beraturan, lalu aku memberanikan diri untuk menghisap putingnya secara bergantian. Nafas kak Lina pun semakijn tak beraturan. Kucoba melumat kemabli bibirnya, sambil kuraba memeknya yang ternyata sudah sangat basah. Ditariknya kembali tanganku, lalu menyodorkan kembali putingnya untuk kuhisap.

Lina : “Aaaahhh..pelan-pelan dek…”

Kak Lina mendesah sambil tanganya meraba kontolku yang sudah menegang dari luar celana. Menyadari aku udah ngaceng kemudian kak Lina mengajakku untuk ke kamar mandi. Sesampainya di dalam kamar mandi kak Lina langsung melucuti semua pakaianku, kemudian kak Lina berjongkok dan menjilati batang kontolku. Dilumatnya dan disedot-sedot kontolku dengan ganasnya. Mendapat perlakuan seperti itu aku hanya bisa mendesah mikmat.

Setelah selesai bermain dengan kontolku kemudian kak Lina berdiri membelakangiku dia mengambil posisi nungging.

Lina : “Ayo dek sodok memek kakak dari belakang”

Pinta kak Lina dengan wajah penuh nafsu. Aku yang juga udah ga tahan langsung saja mengarahkan kontolku ke lubang memeknya dari belakang. “Bleeesss…” seluruh batang kontolku tertelan di dalam lubang memek kak Lina.

Lina : “Aahhhh…sodok yang kenceng dek nikmat sekali dek kontolmu…aahhh…”

Tanpa menunggu diperintah lagi kemudian sodokanku semakin kupercepat, kak Lina mendesah tak beraturan.

Lina : “Ooohhh…ayo terus dek kakak mau keluaaarrr….”
Aku : “Tahan sebentar kak, kita keluar bareng yaaa…aahhh… keluarin dimana kak…”
Lina : “Diluar aja dek keluarin di mulut kakak aja….”

Sesaat kemudian tubuh kami mengejang dan bergetar. Kutarik keluar kontolku sedangkan kak Lina langsung berjongkok di depanku. Mengulum kepala kontolku sambil mengcocok batang kontolku…”Crooot…crooot…crooott” seluruh spermaku menyembur keluar di mulut dan di muka kak Lina, sebagian ada yang dia telan. Kak Lina membersihkan sisa spermaku dengan lidahnya.

Aku lalu memakai pakaianku kembali sedangkan kak Lina berjalan telanjang ke sofa untuk mengambil dan memakai pakaiannya. Kak Lina langsung menuju ke kamarnya sedang aku tidur di sofa sampai pagi.

Akhir cerita paginya aku dan ortuku pergi ke rumah nenek. Kak Lina pun kembali berangkat ke kampusnya.

Related Post